Ketua Bidang Kerja Sama Internasional Majelis Ulama Indonesia Muhyiddin Junaidi memperkirakan pembangunan rumah sakit Indonesia di kota Hebron, wilayah Tepi Barat Palestina akan rampung selama dua tahun. Hal ini sebagaimana diungkapkan Muhyiddin selasa kemarin.

Mewakili MUI, Kiai Muhyiddin telah menandatangani nota kesepahaman dengan Wali Kota Hebron, Tayser Abu Sneineh tentang pendirian Rumah Sakit Indonesia-Hebron tersebut. Penandatanganan kerja sama itu telah dilakukan di Kota Amman, Yordania pada Sabtu kemarin. Hadir saat itu wali kota Amman, Wali kota Hebron dan Menteri dalam negeri Palestina serta para ulama, cendikiawan dan pimpinan ormas Islam.

MoU tersebut berisi pernyataan tentang kesepakatan membangun bersama Rumah Sakit Indonesia-Hebron yang akan didirikan di atas tanah wakaf seluas empat ribu meter persegi. Rumah sakit itu nantinya ditujukan bagi masyarakat Hebron, yang jumlahnya mencapai 1,2 juta orang, yang membutuhkan perawatan medis, khususnya fisioterapi dan rehabilitasi.

Pada saat penandatanganan MoU itu, Wali Kota Hebron menyambut baik perhatian yang diberikan oleh rakyat Indonesia terhadap nasib rakyat Palestina. Rakyat Palestina selalu menganggap Indonesia sebagai saudara dekatnya yang siap membantu kapan pun rakyat Palestina membutuhkan. (Republika/Adin)

%d blogger menyukai ini: