Motivasi Islami – Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, kita akan mulia jika selalu dekat dengan Al-Qur’an, baik itu dengan membacanya, menghafalnya, memahaminya dan mengamalkannya.

Dalam sebuah hadits Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

Artinya, “Sesungguhnya Alloh akan mengangkat derajat beberapa kaum dengan kitab ini, yakni Al-Qur’an dan merendahkan yang lain dengan kitab ini”. (HR. Muslim)

Selain itu ada juga sebuah riwayat yang lain menyebutkan bahwa ada seorang tabi’in yang bernama Nafi’ bin ‘Abdul Harits pernah bertemu ‘Umar di ‘Usfan dan ketika itu ‘Umar menugaskan Nafi’ untuk mengurus kota Makkah.

Umar pun bertanya, “Kalau begitu siapa yang mengurus penduduk Al Wadi?”, “Ibnu Abza”, jawab Nafi’. Umar balik bertanya, “Siapa Ibnu Abza?”, “Dia adalah di antara bekas budak kami”, jawab Nafi’.

Umar terheran, “Kok bisa yang engkau tugaskan adalah bekas budak?”, Nafi’ menjawab, “Ia itu paham Al-Qur’an dan memahami ilmu faroidh”. Umar berkata. “Sesungguhnya Nabi kalian itu bersabda, “Sesungguhnya Alloh mengangkat derajat seseorang dengan kitab ini dan merendahkan yang lain dengan kitab ini”. (HR. Muslim)

Dari hadits ini kita bisa mengambil ibrah bahwa Alloh akan memuliakan seseorang yang dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki ilmu.

Oleh karena itu, supaya hidup kita mulia dan tentram, hendaknya kita selalu dekat dengan Al-Qur’an. Rutin membacanya, memahami maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Contohlah perkataan Utsman bin Affan Rodhiyallohu ‘anhu yang tercantum di dalam kitab Bidayah wa Nihayah. Beliau berkata, “Sungguh aku membenci satu hari berlalu tanpa melihat Al-Qur’an”.

Kemuliaan yang Alloh berikan bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam sebuah hadits, Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam bersabda,

Artinya, “Akan dikatakan kepada shahib Al-Qur’an, yakni orang yang gemar membaca Al-Qur’an dan mengamalkan kandungannya di akhirat. Bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. Karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca”. (HR. Abu Dawud)

Terpuruknya umat islam dan lemahnya kaum muslimin bisa jadi karena mereka telah meninggalkan Al-Qur’an dari kehidupan mereka. Mereka sudah tidak peduli dengan Al-Qur’an, tidak ada lagi yang memahami Al-Qur’an selain hanya dengan membacanya saja.

Hendaknya kita contoh para sahabat, Abu Abdurrahman As-Sulami menyebutkan bahwa para pembaca Al-Qur’an semisal Utsman bin Affan dan Abdullah bin Mas’ud dan yang lainnya mereka belajar dari Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassalam 10 ayat. Mereka tidak menambahnya sampai memahami makna kandungannya dan mengamalkannya.

Tujuan utama diturunkannya Al-Qur’an agar kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi sumber hukum di atas segala hukum dan menjadikannya sebagai standar salah dan benar dalam menjalani kehidupan. Jika itu terjadi, niscaya kita akan mulia, karena kita telah memuliakan Al-Qur’an. Mulia di dunia dengan kemakmuran, ketinggian martabat dibanding bangsa-bangsa lain. Dan tentunya mulia di akhirat dengan mendapat surga-Nya.

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, demikianlah pembahasan pada kesempatan kali ini semoga kita dijadikan oleh Alloh sebagai hamba-hamba pilihan-Nya yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya panduan dalam setiap gerak-gerik kita. Wallohu a’lam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: