Sebuah petisi di Change (dot) org untuk melindungi penguburan jenazah Muslim selama pandemi virus corona atau Covid-19 telah terkumpul. Sejak Senin  kemarin lebih dari 137 ribu tanda tangan sudah terkumpul menolak jenazah Muslim korban corona dikremasi di Inggris.

Petisi tersebut dibuat oleh Navid Anwar, di tengah kekhawatiran Muslim korban wabah Covid-19 yang meninggal akan dikremasi untuk mencegah risiko penyebaran wabah Covid-19.

Petisi tersebut menyampaikan komunitas Muslim Inggris sangat menaruh perhatian terhadap rencana mengkremasi tubuh pasien Covid-19.

Di dalam petisi disebutkan bahwa kremasi dengan cara mayat dibakar bertentangan dengan kepercayaan semua kaum muslimin.

Petisi tersebut menyampaikan bahwa mereka ingin Parlemen Inggris melindungi hak penguburan bagi setiap Muslim yang meninggal karena infeksi Covid-19. Navid mengerti parlemen akan mempertimbangkan cara alternatif, tetapi sebagai seorang Muslim Inggris, cara lain selain penguburan tidak bisa diizinkan dan benar-benar tidak dapat diterima.

Para menteri mengatakan pemakaman individu tidak mungkin dapat dilakukan jika jumlah kematian akibat virus corona sangat banyak.

Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Inggris, Harun Khan mengatakan, di tengah-tengah pandemi Covid-19, masyarakat Muslim sangat mendukung pendekatan pemerintah Inggris mempertimbangkan semua kemungkinan dan menemukan cara optimal. Dewan Muslim Inggris mendukung Dewan Pemakaman Nasional Muslim yang bekerja bersama komunitas agama lain dalam menyoroti pentingnya penguburan dalam keyakinan Muslim.

Harun menyampaikan, meski dilangsungkan proses penguburan, risiko penyebaran wabah ini dapat dikurangi dengan cara yang tepat. (Republika/Adin)