Pemuda Hijrah – Sahabat hijrah yang semoga dirahmati Alloh, pernahkan sahabat mendengar istilah zuhud?. Lalu apasih yang dimaksud dengan zuhud itu?. Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas terkait “Zuhud Terhadap Kehidupan Dunia”.

Tapi sebelum panjang lebar, kita harus tahu dulu apa yang dimaksud dengan zuhud. Adapun menurut Ibnul Qoyim, mengutip perkataan gurunya yakni Syaikhul islam ibnu Taimiyah Rohimahulloh, “Zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat untuk kehidupan akhirat.” Dan “Waro’ adalah meninggalkan sesuatu yang dikhawatirkan membahayakan bagi kehidupan di akhirat.”

Dari pengertian tersebut, kita memahami bahwa zuhud adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat untuk akhirat kita. Meskipun hal itu adalah perkara mubah alias boleh.

Selain itu sob, kedudukan zuhud dengan waro’ ternyata lebih tinggi zuhud. Zuhud adalah meninggalkan total apa-apa yang tidak bermanfaat untuk akhirat, sedangkan waro’ hanya meninggalkan hal-hal yang bisa membahayakan kehidupan akhirat. Jadi, orang zuhud sudah pasti waro’ dan orang waro’ belum tentu zuhud, pahamkan maksudnya.

Berkaitan dengan zuhud, ada hadits Rosululloh Shollallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad, ia berkata bahwa ada seseorang yang datang kepada Rosululloh Shollallahu ‘alaihi wasallam danberkata.

 يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِى عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِىَ اللَّهُ وَأَحَبَّنِىَ النَّاسُ

Artinya, “Wahai Rosululloh, tunjukkanlah pada ku suatu amalan yang apabila aku melakukannya, maka Alloh akan mencintai ku dan begitu pula manusia.

Maka Rosululloh Shollallahu ‘alaihi wasallam menjawab.

 ازْهَدْ فِى الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِى أَيْدِى النَّاسِ يُحِبُّوكَ

Artinya, “Zuhudlah pada dunia, Alloh akan mencintai mu. Zuhudlah pada apa yang ada di sisi manusia, manusia pun akan mencintai mu”. (HR. Ibnu Majah)

Sahabat hijrah, dalam hadits ini terdapat dua nasehat, yaitu untuk zuhud pada dunia, ini akan membuahkan kecintaan Alloh Ta’alaa, dan zuhud pada apa yang ada di sisi manusia, ini akan mendatangkan kecintaan manusia. Lalu apa yang dimaksud dengan zuhud terhadap apa yang ada pada manusia?. Artinya kita tidak iri dan dengki dengan apa yang dimiliki oleh orang lain, kita tidak berusaha bersaing untuk memperoleh apa yang orang lain peroleh dari kehidupan dunia.

Berkaitan dengan sikap zuhud Alloh Ta’alaa juga berfirman,

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آَتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Artinya, “(Kami jelaskan yang demikianitu) supaya kamu jangan bersedih terhadap apa yang tidak kamu dapatkan, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu, Dan Alloh tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (QS. Al-Hadid : 23)

Jadi sob, orang yang memiliki sikap zuhud tidak bangga dengan kehidupan yang dia miliki dan tidak sedih karena kehilangan dunia. Karena memang orientasi hidupnya dia curahkan untuk akhirat.

Mungkin timbul pemikiran, wah kalo gitu berarti kita harus hidup miskin dong, kita harus benar-benar melarat baru bisa dikatakan zuhud. Eits, tunggu dulu, jangan berpikiran seekstrim itu. Zuhud tidak berarti memiskinkan diri.

Sahabat, perlu diketahui bahwa Zuhud adalah amal hati, sehingga yang bisa menilai hanya Alloh Ta’alaa. Karena itu, kita tidak bisa menilai status seseorang itu zuhud ataukah tidak zuhud, hanya semata dengan melihat penampilan luar. Kekayaan dan harta yang dimiliki bukan standar zuhud,  orang bisa menjadi zuhud sekalipun Alloh memberikan banyak kekayaan kepadanya.

Kita tidak memungkiri bahwa para Nabi yang Alloh Ta’alaa beri kerajaan, seperti Yusuf, Daud, atau Sulaiman ‘alaihimussalam. Mereka adalah manusia-manusia yang sangat zuhud, mereka kaya, berkuasa, tapi tetap zuhud.

Berkaitan dengan hal ini, Alloh Ta’alaa berfirman tentang sifat Nabi Daud ‘alaihissalam,

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُودَ ذَا الْأَيْدِ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Artinya, “Ingatlah hamba-Ku Daud pemilik kekuatan dalam melakukan ketaatan. Sesungguhnya dia awwab (orang yang suka kembali kepada Alloh)”. (QS. Shod : 17)

Alloh Ta’alaa jugaberfirman tentang Sulaiman ‘alaihissalam,

وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Artinya, “Kami anugerahkan anak kepada Daud yang namanya Sulaiman, sebaik-baik hamba, Sesungguhnya dia awwab (orang yang suka kembali kepada Alloh)”. (QS. Shod : 30)

Kemudian juga disebutkan di dalam quran tentang Nabi Ayub ‘alaihisalam,

إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Artinya, “Kami dapati Ayub adalah orang yang sabar, sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia orang yang awwab (suka kembali kepada Alloh”. (QS. Shod : 44)

Coba perhatikan deh sob, ketiga Nabi yang mulia dengan ujian yang berbeda itu Alloh Ta’alaa gelari mereka semua dengan gelar Awwab, yang berarti kembali kepada Alloh. Nabi Daud dan Sulaiman ‘alaihimassalam diuji dengan kekayaan, sementara Nabi Ayyub diuji dengan kemiskinan.

Mungkin juga timbul pertanyaan, bagaimana supaya kita bisa zuhud?.

Suatu ketika ada seseorang yang dating kepada Hasan al-Basri Rohimahulloh dan bertanya, Apa rahasia zuhud anda terhadap dunia?.”

Maka Hasan al-Basri Rohimahulloh menjawab, aku yakin bahwa rezeki ku tidak akan diambil orang lain, sehingga hati ku tenang dalam mencarinya. Aku yakin bahwa amal ku tidak akan diwakilkan kepada orang lain, sehingga aku sendiri yang sibuk menjalankannya. Aku yakin bahwa Alloh selalu mengawasi diriku, hingga aku malu merespon pengawasannya dengan melakukan maksiat. Aku yakin bahwa kematian menantiku, sehingga aku siapkan bekal untuk ketemu Alloh.

Subhanalloh, sungguh kata-kata yang dalam maknanya dan patut untuk menjadi kita renungkan, dari perkataan Hasan al-Basri tadi, kita bisa memahami bahwa rezeki sudah dijamin, sehingga kita tidak perlu risau ketika mencarinya. Amal tidak ditanggung orang lain, sehingga kita harus sibuk dengan amal kita.

Sahabat hijrah yang semoga dirahmati Alloh, demikian pembahasan kita pada kesempatan kali ini, semoga kita termasuk orang-orang yang zuhud terhadap kehidupan dunia, tidak silau terhadap kehidupan dunia. Wallohu ‘alam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: