Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Arifin Purwakananta menyebut adanya golongan-golongan yang berhak menerima zakat. Selain syariat Islam, aturan perundang-undangan juga menjadi pedoman penyaluran dana zakat di Indonesia.

Dia juga menegaskan, dana zakat yang dihimpun Baznas bukan untuk pembangunan infrastruktur, semisal jalan tol atau mengangsur utang negara. Dana zakat, lanjut dia, tidak mungkin dimasukkan ke dalam kas negara sebagai APBN.

Arifin menegaskan bahwa Uang zakat dikelola oleh Baznas untuk disalurkan kepada asnaf sesuai syariat Islam, uang zakat tidak diberikan ke pemerintah dan tidak dikelola pemerintah. Hal ini sebagaimana diungkapkan Arifin Purwakananta kepada media senin kemarin.

Ia menyampaikan, infrastruktur yang dibangun oleh Baznas benar-benar khusus untuk orang miskin yang termasuk ke dalam golongan asnaf penerima zakat sesuai syariat. Dana zakat juga disalurkan melalui pelbagai program pemberdayaan masyarakat miskin. (Khazanah.Republika/Adin)

%d blogger menyukai ini: