Empat puluh delapan tahun yang lalu, tepatnya 21 Agustus 1969, Denis Michael Rohan, seorang ekstremis Kristen asal Australia, membakar Masjid Al-Aqsha, sehingga menyulut kemarahan negara-negara Islam.

Pada Senin (21/08/2017) yang lalu, rakyat Palestina memperingati tragedi dibakarnya Masjid Al-Aqsha.

Sementara dua kubu gerakan Palestina, yakni Fatah dan Hamas, sama-sama mengulangi kecaman terhadap sejarah antagonisme Israel yang panjang terhadap eksistensi Masjid Al-Aqsha.

Dalam pernyataan terpisah, Fatah dan Hamas meminta masyarakat Arab dan Muslim di seluruh dunia serta komunitas internasional, untuk memikul tanggung jawab bersama. Hal itu berkaitan dengan Yerusalem Timur yang diduduki Israel, termasuk situs tersuci ketiga umat Islam, Masjid Al-Aqsha.

(Salam-online.com)

%d blogger menyukai ini: