Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa izin rujukan ke rumah sakit di luar Gaza mencapai titik terendah pada tahun yang lalu sejak pencatatan pada tahun 2008 silam.

Sebagaimana diketahui, warga Gaza kerap kesulitan untuk berobat keluar teritorial Gaza karena sulitnya mendapatkan izin dari otoritas Israel.

Organisasi kesehatan dunia menyatakan bahwa sekitar 80% pasien meninggal dunia saat menunggu izin dari aparat keamanan Israel untuk dirujuk ke rumah sakit di luar Jalur Gaza. Terutama penderita kanker dan penyakit lainnya yang memerlukan perawatan di luar Gaza. Hanya 50% pasien yang meminta izin keluar Gaza dari pos pemeriksaan Israel Erez atau Beit Hanoun, yang berhasil disetujui.

Dari 50% lebih penolakan tersebut ada di antaranya yang ditunda perizinannya. Sementara itu juga terdapat interogasi terhadap belasan pasien. Mereka diinterogasi oleh Badan Keamanan Umum Israel di Erez.

Publikasi laporan organisasi kesehatan dunia terjadi di tengah krisis kemanusiaan di wilayah yang dikepung Israel tersebut. Aliran listrik padam, serta air bersih yang minim kian menambah penderitaan sekitar dua juta warga Gaza.

(islampos.com)

%d blogger menyukai ini: