Selasa, 22 Desember 2015 – 07:20 WIB

Hidayatullah.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH. Abdushomad Bukhori menyampaikan terimakasihnya kepada pemerintah provinsi Jawa Timur, khususnya kepada Gubernur Soekarwo atas dukungan dan kerjasamanya dalam berbagai program-program MUI terutama dalam menutup area lokalikasi dan pencegahan dini terhadap perkembangan aliran sesat.

“Terima kasih sekaligus apresiasi kepada Gubernur dan pemprov Jatim, yang sangat mensupport program-progtam MUI Jatim, sehingga peran MUI sebagai mitra pemerintah dapat diwujudkan dengan baik,” ujar Kiai Somad di acara Musyawarah Daerah (Musda) yang ke-IX MUI Jatim bertempat di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada 19 hingga 20 Desember 2015.

Hal itu, sebagaimana terwujud dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 55 tahun 2012 tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat di Jawa Timur.
Sedangkan berkaitan dengan prostitusi, lanjut Kiai Somad, di Indonesia sendiri ada sekitar 187 titik area lokalisasi, dan 47 diantaranya berada di Jawa Timur.

KH. Abdushomad Bukhori mengatakan “Di Surabaya sendiri ada 7 lokaliasi, termasuk Doli. Menurut penelitian ada sekitar 9000 WTS disana, 1 WTS itu punya langganan 5 sampai10 per-hari. Alhamdulillah sekarang sudah ditutup semua, tinggal 1 yang berada di Mojokerto.

Bantuan dari APBD Pemprov Jatim yang diberikan kepada MUI, menurut Kiai Somad, sangat membantu MUI dalam melaksanakan program-program yang dicanangkan.

Ia menambahkan, sebagai mitra kerja pemerintah MUI bertugas menjalankan program-program yang pemerintah tidak bisa kerjakan. Sehingga, bantuan dari APBD dinilai sebagai wajar, dan juga sudah ditetapkan oleh Perpres nomor 151 tahun 2014.

Musda yang mengangkat tema ‘Berkhidmat Untuk Ummat Menuju Izzul Islam wal Muslimin Dalam Wadah NKRI’ ini dihadiri oleh Gubernur Jatim, Dr. Soekarwo, Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin, dan seluruh Ketua Ormas Islam wilayah Jatim.[Adin/Salamfm/Yahya G.Nasrullah/Cholis Akbar/Hidayatulloh]

%d blogger menyukai ini: