Koordinator Tim Pengacara Muslim, Achmad Michdan mengungkapkan bahwa para tahanan di Nusakambangan mendapatkan perlakuan tidak manusiawi. Hal ini sebagaimana diungkapkan Michdan kepada media pada hari rabu kemarin usai melakukan kunjungan pada Jum’at (09/02/2018) lalu ke Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Menurut Michdan, pelanggaran yang sangat dominan adalah soal makanan. Para tahanan dilarang diantar makanan oleh anggota keluarga. Selain itu para tahanan juga dilarang untuk shalat Jum’at, tidak boleh ke luar sel untuk menghirup udara dan terkena sinar matahari. Sehingga menyebabkan tekanan psikologis yang sangat berat.

Michdan mengkhawatirkan perlakuan tak manusiawi seperti ini justru bisa membuat para tahanan yang dipidanakan kasus terorisme itu semakin memicu perlawanan. Dengan perlakuan seperti itu, pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas akan percuma. Sebaliknya, justru semakin meradikalisasi para napi kasus terorisme.

Selain itu, Michdan juga menyayangkan prosedur besuk narapidana di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, di mana pihak pengacara tidak bisa bertemu langsung klien mereka, tetapi dibatasi kaca dan bicara menggunakan telepon.

(islampos.com)