Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sholahudin Wahid, menduga ada pihak yang ingin mengadu domba terkait dengan kasus penyerangan tempat ibadah di sejumlah daerah. Hal ini sebagaimana dikatakan Gus Sholah, begitu biasa beliau dipanggil di kediamannya Sabtu (17/02/2018) kemarin.

Gus Sholah prihatin dengan kasus penyerangan tempat ibadah dan penyerangan pemuka agama yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kasus itu misalnya yang terjadi di Gereja Santo Lidwina, Sleman, Yogyakarta pada Ahad (11/02/2018) yang lalu, dan pengeroyokan terhadap Ustadz Abdul Basit oleh belasan remaja Jakarta Barat di hari yang sama.

Di Jatim, kasus terjadi di Tuban dan Probolinggo, dimana tempat ibadah dirusak orang tidak bertanggung jawab. Bukan hanya tempat ibadah, polisi juga menjadi sasaran ancaman kejahatan orang tidak dikenal.

Menurut Gus Solah, kejadian seperti itu pernah terjadi misalnya di 1948 ataupun di 1965. Sejumlah ulama dan tempat ibadah menjadi korban. Dirinya juga optimistis polisi sigap menangani beragam kasus tersebut dengan baik. Masyarakat juga diimbau untuk siaga dan segera melapor ke aparat terkait, jika mengetahui hal yang mencurigakan terjadi di sekitarnya.

(republika.co.id)