Jum’at, 24 Jumadil Awwal 1437 H / 4 Maret 2016

JAKARTA – Terkait UUD 1945 pasal 28 tentang kebebasan berekspresi, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, Idy Muzayyad mengatakan bahwa para pembela Hak Asasi Manusia juga harus melihat Undang-Undang secara komprehensif.

Pernyataan Idy Muzayyad tersebut, disampaikan terkait desakan pendukung LGBT yang mengatasnamakan Koalisi Keberagaman Penyiaran Indonesia atau KKPI meminta agar KPI mencabut Surat Edaran yang melarang lembaga penyiaran menampilkan tayangan karakter lelaki bergaya kewanitaan dan banci.

Menurut Idy, bahwa tidak ada kebebasan yang bersifat mutlak. Apalagi, dalam Pancasila juga dikatakan kemanusiaan yang adil dan beradab. Yang artinya harus sesuai dengan nilai masyarakat Indonesia, yang mencakup norma, tatanan sosial, nilai-nilai agama, dan budaya.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa hak asasi harus dilandaskan pada realitas norma dan nilai yang dipegang oleh suatu mayoritas masyarakat. Sehingga HAM tidak semata hanya menurut prespektif Barat yang kemudian bisa diturunkan kepada masyarakat Indonesia.

{Adin/Salamfm/Hidayatulloh}

%d blogger menyukai ini: