Pintu masuk desa Baita di selatan Nablus, Tepi Barat, ditutup oleh tentara Israel sejak Ahad (11/02/2018) malam lalu. Alasannya, sebuah bom molotov telah dilemparkan ke daerah pemukiman Yahudi.

Pejabat otoritas Baita Fuad  mengatakan, akibat insiden pada hari itu, tentara Israel telah menutup pintu masuk utama desa dengan timbunan tanah dan balok beton besar.

Akibatnya, Fuad mengatakan kendaraan-kendaraan yang mengangkut sayuran dari dalam desa tak dapat menyalurkan ke daerah sekitarnya karena pintu masuk utama ditutup total oleh tentara Israel.

Para siswa dan pegawai juga terhalangi aktivitasnya karena pintu masuk utama desa tersebut ditutup. Mereka harus menempuh jalan yang jauh untuk pergi ke sekolah dan tempat kerja. Pada Ahad malam, pasukan Israel telah menggerebek desa tersebut dengan menggunakan gas air mata.

(islampos.com)