Pemuda Hijrah – Sahabat Hijrah yang semoga dirahmati Alloh, Amalan hati merupakan perkara besar dan agung. Pahala dan dosanya lebih besar bila dibandingkan dengan amalan anggota badan, karena gerakan anggota badan hanya mengikuti hati. Oleh karena itu dikatakan, “Hati adalah penguasa anggota badan, dan anggota badan lainnya adalah pasukannya. Kalau hatinya baik, tentu amalan anggota badan juga baik, begitu pun sebaliknya.

Di antara amalan hati yang mendorong melakukan amal shalih  adalah khouf. Apa itu Khouf?. Khouf adalah rasa takut kepada Alloh Azza wa Jalla. Selain itu juga termasuk amalan hati adalah Roja’ atau rasa harap kepada Alloh Ta’alaa. Yang dimaksud dengan rasa takut adalah rasa cemas, gundah, dan khawatir terkena adzab Alloh ‘Azza wa Jalla akibat melakukan perbuatan haram atau meninggalkan kewajiban, juga khawatir jika Alloh Subhanahu wa Ta’alaa tidak menerima amalan sholihnya. Dengan rasa takut ini, jiwa akan terhalau dari hal-hal yang diharamkan dan bergegas melakukan kebaikan, dan Roja’ berarti mengharapkan pahala dan ampunan dari Alloh Subhanahu wa Ta’alaa.

Khouf atau rasa takut kepada Alloh Ta’alaa akan memandu hati kepada semua kebaikan dan menghalanginya dari segala keburukan, sedangkan Roja’ atau rasa harap mengantarkannya meraih ridho dan ganjaran Alloh Ta’alaa, memberikan rasa semangat dalam melakukan amal-amal kebaikan.

Selain itu sahabat, rasa takut kepada Alloh Ta’alaa merupakan salah satu cabang tauhid yang harus diperuntukkan hanya kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Alloh Ta’alaa memerintahkan manusia agar takut kepada-Nya dan melarang takut kepada selain-Nya.

Hal ini sebagaimana yang Alloh Ta’alaa firmankan,

Artinya, “Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti kamu dengan kawan-kawannya, yakni orang-orang musyrik Quraisy, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS. Ali Imron : 175)

Rasa takut kepada Alloh Ta’alaa adalah amal yang utama, sehingga Alloh Ta’alaa sendiri menjanjikan surga kepada hamba-Nya yang benar-benar memiliki rasa takut kepada Alloh Ta’alaa, Alloh Ta’alaa berfirman di dalam Al-Quran,

Artinya, “Orang yang takut pada Alloh akan mendapatkan dua surga”. (QS. Ar-Rohman : 46)

Rasa takut kepada Alloh Ta’alaa adalah sifat yang terpuji, kenapa?. Karena rasa takut ini akan mendorong kepada amal sholih, menghalangi dari perbuatan haram dan selalu merasa diawasi oleh Alloh Ta’alaa. Akan tetapi, rasa takut ini juga nggak boleh berlebihan. Apabila rasa takut itu berlebihan sampai-sampai putus asa dari rahmat Alloh Ta’alaa, seakan-akan Alloh Ta’alaa tidak mungkin mengampuni dosanya, adalah bentuk dosa yang besar. Karena jika seseorang sudah putus asa dari rahmat Alloh Ta’alaa dan menganggap Alloh Ta’alaa tidak mungkin mengampuni dosanya, sama saja dia seperti menganggap Alloh Ta’alaa tidak memiliki al-Afwu, yang Maha Memaafkan. Naudzubillah.

Khouf menuntut seorang Muslim untuk bergegas melaksanakan apa-apa yang menjadi hak-hak Alloh ‘Azza wa Jalla dan menjauhkannya dari kelalaian. Rasa ini juga akan menghalanginya dari perbuatan menzhalimi orang lain dan memotivasinya untuk bersikap amanah, jujur, adil serta tidak menyia-nyiakan hak orang lain.

Rasa takut yang tertanam dalam hati ini juga akan menyelamatkan dia dari tipu daya dunia, sehingga dia tidak hanyut terbawa arus syahwat yang diharamkan, karena dia selalu waspada terhadap dunia. Selain itu, rasa takut akan membantu seorang hamba untuk bertakwa serta Istiqamah dalam ketaatan kepada Alloh Ta’alaa. Seorang hamba bisa memiliki rasa takut kepada Alloh Ta’alaa dengan tiga hal.

Yang pertama, mereka menyadari betapa buruk perbuatan dosa dan maksiat yang dilakukan.

Yang kedua,Percaya kepada hukuman Alloh Ta’alaa dan juga percaya bahwa Alloh Ta’alaa Maha Keras siksa-Nya.

Yang ketiga, Adanya kesadaran bahwa kita tidak tahu apakah Alloh Ta’alaa menerima tobat atau tidak, dan mungkin saja suatu maksiat bias menghalangi pintu tobat.

Takut kepada Alloh Ta’alaa berbeda dengan rasa takut kepada yang lainnya, sebagai contoh rasa takut kepada binatang buas. Rasa takut kepada binatang buas menyebabkan kita harus menjauhinya. Sementara rasa takut kepada Alloh Ta’alaa menyebabkan kita semakin dekat dengan Alloh Ta’alaa, bukan malah menjauh, semakin takut kepada Alloh Ta’alaa, maka semakin dekat dengan Alloh Ta’alaa. Yakni dengan beribadah dan melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang.

Imam al-Ghazali Rohimahulloh di dalam kitab Ihyanya mengatakan bahwa rasa takut adalah buah pengetahuan kepada Alloh Ta’alaa. Yakni setiap orang yang mengetahui Alloh dansifat-sifat-Nya. Karena Ilmu tentang sifat-sifat-Nyalah yang lebih dominan mempengaruhi seseorang untuk takut. Bahkan seorang pelaku maksiat ketika benar-benar mengetahui AllohTa’alaa, ia akan meninggalkan maksiatnya karena ilmunya.

Rasa takut terhadap murka Alloh Ta’alaa harus selalu kita perkuat dalam diri kita. Apalagi di zaman sekarang, dimana telah banyak manusia yang lalai terhadap akhiratnya. Banyak kaum muda yang telah rusak akhlaknya dan telah jauh dari tuntunan agama. Mengikuti gaya hidup yang jauh dari ajaran islam dan merasa masih memiliki waktu yang panjang. Padahal, jika kaum muda sudah rusak, maka tidak ada yang bisa diharapkan dari umat islam. Karena kaum mudalah tulang punggung kejayaan umat islam. Kita sebagai kaum muda muslim, harus menjadi pelopor dalam kebaikan dan selalu terdepan dalam melakukan kebaikan.

Sahabat Hijrah yang semoga dirahmati Alloh, demikianlah pembahasan kita pada kesempatan kali ini, semoga bisa mengambil manfaat yang banyak. Wallohu ‘alam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: