Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Myanmar memutuskan memperkuat kehadiran militer di Provinsi Arakan, khususnya di daerah yang berbatasan langsung dengan Bangladesh. Hal ini dilakukan untuk kembali menghadang warga Rohingya yang mengungsi untuk kembali ke kampung halaman.

Seperti dilansir Al-Jazeera, pada Kamis (07/09/2017) kemarin, Dewan yang dibentuk Presiden Myanmar Thien Zhao dan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi menekankan bahwa pihaknya akan melakukan langkah-langkah keamanan dan militer di perbatasan dengan Bangladesh. Di antaranya memasang kawat berduri dan ranjau darat.

Penasihat Dewan Keamanan Nasional Myanmar menegaskan bahwa mereka tidak akan membolehkan satu orang pun pengungsi kembali dari Bangladesh kecuali bagi orang yang telah memiliki kewarganegaraan Myanmar, dan itupun harus melalui verifikasi.

Berdasarkan laporan Al-Jazeera, operasi militer Myanmar yang berlangsung dalam dua pekan terakhir telah memaksa 140 ribu lebih Muslim Rohingya lari ke Bangladesh. Jumlah warga Rohingya yang mengungsi di Bangladesh pun kini bertambah menjadi 300 ribu pengungsi. Mereka hidup serba kesulitan di tengah banyang-bayang tak memiliki Negara.

(eramuslim.com)

%d blogger menyukai ini: