Sri Lanka telah memberlakukan jam malam nasional setelah pecahnya kekerasan komunal terburuk sejak pemboman Paskah yang mematikan. Seorang lelaki Muslim dilaporkan tewas pada hari Senin kemarinmenjadikannya korban jiwa pertama dalam serangan balasan atas serangan Paskah. Hal ini sebagaimana diungkapkan polisi kepada kantor berita AFP.

Polisi memberlakukan jam malam dari jam 9 malam waktu setempat sampai jam 4 pagi. Para pejabat mengatakan bahwa jam malam untuk mencegah meningkatnya kekerasan, setelah hari kedua kerusuhan anti-Muslim di negara itu.

Jam malam sebelumnya terbatas pada daerah-daerah tertentu di mana serangan telah terjadi, termasuk distrik Puttalam, Kurunegala dan Gamphala dekat Colombo.

Penduduk di wilayah Muslim di Provinsi Barat Laut mengatakan, massa menyerang masjid dan merusak toko-toko milik Muslim di hari kedua pada hari Senin.

Seorang warga mengatakan bahwa dda ratusan perusuh yang menyerang masjid dan membakar took-toko, sementara polisi dan tentara hanya diam.

Polisi mengatakan ada insiden pelemparan batu dan membakar sepeda motor dan mobil milik umat Islam.  Polisi mengatakan ketika massa mencoba menyerang masjid, mereka menembak di udara dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan mereka. Selama 24 jam terakhir ada jam malam polisi setempat untuk menampung ketegangan antara umat Kristen dan Muslim di daerah-daerah tertentu.

Sri Lanka untuk sementara waktu melarang beberapa jaringan media sosial dan aplikasi pengiriman pesan, termasuk Facebook dan WhatsApp, setelah sebuah posting memicu kerusuhan anti-Muslim di beberapa kota.

Umat Muslim menempati sekitar 10 persen dari 21 juta populasi mayoritas Buddha di Sri Lanka dan Kristen sekitar 7,6 persen. (Kiblat/Adin)

%d blogger menyukai ini: