Ratusan orang berkumpul di depan Gedung Putih untuk memprotes kekerasan yang sedang berlangsung yang menargetkan minoritas Muslim Rohingya di Myanmar.

Perwakilan masyarakat sipil dari berbagai latar belakang meminta pihak berwenang Myanmar untuk mengakhiri pertumpahan darah dan mendesak pemerintah Trump untuk bertindak lebih efektif menangani kekerasan di negara bagian Rakhine serta menggunakan pengaruhnya terhadap pemerintah Myanmar.

Para peserta aksi menekankan bahwa Muslim Amerika harus menekan pemerintah Amerika Serikat untuk bertindak melawan kekerasan tersebut.

Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali, sekitar 3 ribu orang Rohingya tewas dalam tindakan keras Myanmar. Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai orang yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat karena kekerasan pada tahun 2012.

(kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: