Kamis, 03 Rabiul-Akhir 1437 H / 14 Januari 2016 06;00

DIYALA –  Kemajuan yang diraih militer pemerintah Iraq dan milisi sektarian pendukungnya menghadapi ISIS menjadi bencana bagi warga sipil Ahlussunnah. Kini, mereka hidup dalam bayang-bayang pembunuhan dan pengusiran.

Seperti yang terjadi di kota Miqdadiyah di pusat Provinsi Diyala. Sejak kota itu direbut dan dikontrol milisi Syiah, hanya ada dua pilihan bagi keluarga Sunni, mati atau melarikan diri ke luar kota.

Kantor berita Al-Jazeera melaporkan dari sumbernya di Diyala, Rabu 13 Januari lalu, bahwa milisi tak dinekal mengeksekusi sedikitnya 15 pemuda Sunni di kota Miqdadiyah. Tidak jelas alasan yang mereka tuduhkan untuk mengeksekusi para pemuda tersebut.

Sebelumnya, terjadi serangkaian pembunuhan serupa. Menurut mantan Gubernur Diyala, Umar Al-Humairi, jumlah mereka mencapai puluhan, bahkan mungkin 70 orang.Ia menegaskan, eksekusi itu dilakukan oleh milisi-milisi bersenjata. Namun, target mereka adalah warga Ahlussunnah.

Selain pembunuhan, para milisi itu juga membakar masjid dan pertokoan serta pasar yang dikenal milik warga Sunni. Hal itu membuat warga Sunni ketakutan dan sebagian meninggalkan Miqdadiyah.

Sejumlah sumber di Diyala juga menambahkan, para milisi itu pada Selasa malam kembali meledakkan Masjid Sunni. Sehingga, total masjid yang diledakkan dalam tiga hari terakhir mencapai tujuh masjid. Seluruhnya masjid Ahlussunnah.

Sementara itu, pemerintah Iraq membisu atas kejahatan milisi tersebut seakan mebiarkan dan menutup mata terhadap apa yang terjadi terhadap warga Sunni.

[Adin/Salamfm/Kiblat]

%d blogger menyukai ini: