Tazkiyatun Nafs – Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, pada kesempatan kali ini kita akan kembali melanjutkan pembahasan mengenai “Sepuluh pelebur dosa”.

Pada edisi yang lalu sudah dijelaskan mengenai beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk meleburkan dosa sampai dengan point yang kedua. Adapun kelanjutannya.…

Yang ketiga. Amalan kebaikan sebagai pelebur dosa.

Dalilnya adalah firman Alloh ‘Azza wa Jalla,

Artinya, “Dan laksanakanlah sholat pada kedua tepi siang, yakni pagi dan petang, dan pada bahagian permulaan dari pada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk”. (QS. Hud : 114)

Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat Alloh Ta’alaa.

Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda,

Artinya, “Di antara sholat lima waktu, di antara Jum’at yang satu dan Jum’at yang berikutnya, di antara Romadhon yang satu dan Romadhon yang berikutnya, akan mengampuni dosa-dosa di antara kedunya asalkan dosa-dosa besar dijauhi”. (HR. Muslim)

Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam juga bersabda,

Artinya, “Barangsiapa berpuasa di bulan Romadhon atas dasar iman dan mengharapkan pahala dari Alloh, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Dalam hadits lain, Beliau Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda,

Artinya, “Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya”. (HR. Bukhori)

Dalam hadits lain disebutkan,

Artinya, “Keluarga, harta, dan anak dapat menjerumuskan seseorang dalam maksiat, fitnah. Namun fitnah itu akan terhapus dengan sholat, shaum, shodaqoh, amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran)”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Dan sabda Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam lainnya,

Artinya, “Barangsiapa yang memerdekakan seorang budak mukminah, maka Alloh akan memerdekakan setiap anggota tubuhnya dari neraka. Sampai pun kemaluannya yang ia memerdekakan, itu pun akan selamat”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Juga dalam sabda Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam lainnya,

Artinya, “Sedekah itu akan memadamkan dosa sebagaimana air dapat memadamkan api. Hasad akan memakan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar”. (HR. Al-Baihaqi)

Dalam memahami hadits-hadits ini, para Ulama memahami bahwa amalan kebaikan itu hanya menghapuskan dosa-dosa kecil saja. Adapun dosa besar, itu baru bisa terhapus jika disertai dengan taubat. Sebagaimana dalam sebagian hadits disebutkan, yang artinya,“Selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar”.

Inti dari bahasan ini adalah dengan melakukan amalan kebaikan bisa menghapuskan dosa. Jadi, jangan kita meremehkan kebaikan sekecil apapun juga. Untuk menghapuskan dosa itu tidak hanya dengan cara kita bertaubat dan beristighfar. Amalan sholeh yang dilakukan oleh orang beriman itu pun bisa menghapuskan dosa, bahkan dikatakan oleh Ibnu Taimiyah Rohimahulloh sampai bisa menghapuskan dosa besar. Wallohu a’lam.

Yang keempat. Do’a sesama orang beriman kepada lainnya seperti melalui sholat jenazah.

Dari ‘Aisyah Rodhiyallohu ‘anha dan Anas bin Malik Rodhiyallohu ‘anhu, Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda,

Artinya, “Tidaklah seorang mayit disholati oleh sekelompok kaum Muslimin yang jumlahnya hingga 100 orang, melainkan mereka semua akan memberikan syafa’at pada mayit tersebut”. (HR. Muslim)

Dari Ibnu ‘Abbas Rodhiyallohu ‘anhuma, ia berkata, Nabi Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda,

Artinya, “Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia lalu ia disholati dengan sholat jenazah oleh 40 orang di mana mereka tidak berbuat syirik kepada Alloh dengan sesuatu apa pun, melainkan orang yang disholati tadi akan mendapatkan syafa’at dari mereka”. (HR. Muslim)

Ini adalah do’a bagi seorang mukmin setelah ia mati. Tidak boleh dipahami bahwa ampunan bagi orang Mukmin yang bertakwa ini disyaratkan jika ia menjauhi dosa besar, lalu dosa-dosa kecilnya saja yang diampuni. Dari sini dipahami pula bahwa do’a merupakan sebab ampunan bagi simayit.

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, demikianlah pembahasan kita pada edisi kali ini mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dan hikmahnya. Wallohu a’lam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: