Kementerian Luar Negeri Palestina menyampaikan kekecewaannya yang mendalam atas keputusan Sekjen PBB Ban Ki-moon yang tidak memasukkan penjajah Zionis dan pasukannya dalam “daftar hitam” kelompok yang melakukan tindakan kejahatan besar terhadap hak anak-anak pada peristiwa konflik bersenjata.

Kementerian Luar Negeri Palestina juga mengecam keputusan itu dan menilai sikap PBB ini sebagai keberpihakan kepada “sang pembunuh” dan melindungi penjahat perang sehingga penjajah biadab ini lepas dari sanksi.

Dalam keterangannya pada Rabu (10/6), kemenlu menilai sikap Ban Ki-moon itu bertentangan dengan prediksi dan rekomendasi yang sudah diajukan ke PBB, bertolak belakang dengan prinsip dasar PBB, yang di antara tugasnya adalah menjaga keamanan dan perdamaian.

Sikap itu juga dinilai sebagai ketidakpedulian kepada para korban yang meninggal dari kalangan anak-anak Palestina dan keluarga mereka, dan pembiaran terhadap kebiadaban penjajah Zionis. Padahal keluarga Korban sedang menanti keadilan PBB. Bahkan sikap Ki-moon itu dinilai hanya mendorong dan memotivasi penjajah untuk melanjutkan tindakan kejahatan dan terorismenya.

Laporan lembaga-lembaga PBB juga menyebutkan, militer Zionis telah melakukan segala jenis pelanggaran sejak 1967 dengan cara membunuh anak-anak dan menangkapi mereka, menyasar sekolah-sekolah, pusat penampungan pengungsi dan rumah sakit. [Adin/Salamfm/infopalestina]

%d blogger menyukai ini: