Selasa, 22 Rabiul Akhir 1437 H / 2 Februari 2016

JAKARTA – Perkembangan aliran sesat di provinsi Jawa Barat tidak main-main. Setidaknya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat telah mendeteksi 144 aliran sesat atau ajaran menyimpang di wilayahnya sejak tahun 2000.
Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Barat, Rafani Achyar mengatakan, keberadaan aliran sesat menyebar di sejumlah daerah, dan yang paling banyak ditemukan di daerah Cirebon, Bogor, dan Bandung.
Ia menuturkan, dari 144 aliran menyimpang atau sesat yang cukup menyita perhatian ialah aliran Hidup di Balik Hidup, Al-Quran Suci, Surga Eden, Millah Ibrahim, Siliwangi Panjalu, Lia Eden, dan Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Serta adapula seorang warga Bandung yang berpropesi seorang tukang cukur yang mengaku sebagai Nabi
Menurutnya, MUI Jawa Barat, berupaya semaksimal mungkin mengatasi keberadaan 144 aliran sesat tersebut, namun ada sejumlah kesulitan yang dihadapi pihaknya seperti aliaran/ajaran tersebut muncul sebentar ke permukaan publik kemudian hilang.
Lebih lanjut ia mengatakan salah satu aliran sesat yang cukup menyita perhatian saat ini adalah ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).
Ia menambahkan, sebenarnya MUI sudah mendeteksi keberadaan Gafatar ini sejak tahun 2012 dan kami menilai mereka ini reinkarnasi dari Al-Qiyadah Al-Islamiyah pimpinan Ahmad Musadeq.

[Adin/Salamfm/Kiblat.net]

%d blogger menyukai ini: