Pemuda Hijrah – Sahabat hijrah yang semoga dirahmati Alloh, kita sebagai hamba Alloh ‘Azza wa Jalla senantiasa diuji dan diberikan cobaan, baik cobaan musibah, atau cobaan yang berupa kesenangan. Jangan salah lho sahabat, banyak orang yang beranggapan bahwa ujian itu yang sakit-sakit dan yang membuat sedih, padahal yang menyenangkan pun itu ujian, harta yang melimpah, jabatan, popularitas itu juga ujian, yakni ujian rasa syukur, bahkan ujian ini jauh lebih berat dari ujian yang berbentuk penderitaan. Banyak orang yang bisa sabar ketika mengalami musibah, tapi tidak sabar ketika mendapatkan anugerah. Lho, kok bisa?, karena dia tidak sabar menggunakan anugerah di jalan yang benar, tidak sabar mengekang godaan untuk maksiat dan sebagainya.

Cobaan kesenangan dan kemudahan membutuhkan sikap bersyukur dari seorang hamba,  dan syukur atas nikmat kesenangan ini termasuk ketaatan yang juga membutuhkan kesabaran. Sehingga seseorang tidak akan mampu bersyukur kecuali dengan sarana sabar dalam melaksanakan ketaatan.

Berkaitan dengan hal ini, Ibnul Qayyim Rohimahulloh menyatakan dalam kitab ‘Uddatush Shobirin,

“Semua yang dijumpai seorang hamba di dunia ini tidak lepas dari dua jenis, pertama yang sesuai dengan hawa nafsu dan kehendak nafsu, dan yang kedua yang menyelisihi nafsu. Setiap orang membutuhkan kesabaran dalam keduanya. Adapun jenis yang sesuai dengan keinginannya adalah seperti sehat, keselamatan, dapat jabatan dan harta, serta beraneka ragam kelezatan yang mubah atau diperbolehkan”.

Semua kemudahan dan anugerah itu membutuhkan tiga kesabaran,apa saja itu?.

Yang pertama, kita tidak boleh bergantung dan terpedaya dengan nikmat kesenangan. Jangan sampai semua anugerah yang kita miliki membuat kita sombong di hadapan manusia yang lain, karena ini artinya kita tidak lulus ujian kesenangan.

Yang kedua, tidak tenggelam dalam mencari kesenangan tersebut dan berlebihan dalam mencapainya, karena bisa berbalik menjadi musibah dan keharaman. Barangsiapa yang berlebihan dalam makan, minum dan jima’ maka akan berbalik dan diharamkan makan, minum dan jima’ tersebut baginya.

Mungkin perlu contoh supaya lebih mantap dalam memahaminya, contohnya betapa banyak orang yang mati-matian melakukan segala cara hanya untuk mendapatkan harta atau kekasih pujaan. Tidak ada yang salah dengan mencari harta dan pasangan hidup yang halal, tapi kadang ada yang salah jalan dalam mencarinya, sehingga menggunakan cara yang diharamkan, nah ini nih yang harus dicatat oleh sahabat hijrah sekalian.

Selanjutnya yang ketiga, bersabar dalam menunaikan hak Alloh Ta’alaa pada kenikmatan tersebut dan tidak menyia-nyiakannya hingga Alloh mencabutnya. Ketaatan itu butuh sabar lho sahabat. Kita sedekah butuh sabar, karena kadang ketika kita hendak bersedekah, bisikan setan muncul”, ngapain sedekah, kamu juga lagi butuh ini dan itu”. Atau ketika hendak shalat malam, setan berbisik, “udah tidur lagi aja, masih ada waktu sepuluh menit lagi, ujung-ujungnya kebablasan tidur hingga subuh kesiangan”. Kita harus mengantisipasi godaan setan dalam menjalankan ketaatan.

Kita tadi sudah panjang lebar mengupas tentang sabar terhadap anugerah dan kenikmatan. Lalu bagaimana sabar terhadap ujian musibah dan penderitaan?.

Bila diuji dengan musibah dan cobaan yang berupa kesulitan, maka dibutuhkan kesabaran dalam menghadapi takdir Alloh Ta’alaa dengan ridha dan menerimanya. Sehingga tepatlah bila dikatakan sabar selalu dibutuhkan setiap insan sampai dia meninggalkan dunia ini atau meninggal dunia.

Apalagi di zaman sekarang ini, di mana negeri kita terus-menerus diuji dengan musibah yang silih berganti. Belum lagi yang menimpa pribadi dan individu masyarakatnya. Tentunya hal tersebut sangat membutuhkan kesabaran kita.

Alloh Ta’alaa berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ  الَّذِينَ إِذَآ أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا للهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar yaitu, orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innaalillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (QS. Al-Baqoroh : 155)

Berdasarkan ayat tersebut, Alloh akan menguji hambanya dengan beberapa jenis ujian, yaitu :

Yang pertama, Sedikit ketakutan

Yang kedua, Kelaparan

Yang ketiga, Kekurangan harta berupa kemiskinan

Keempat, Kekurangan jiwa berupa kematian

Dan kelima, Kekurangan buah-buahan.

Oleh karena itu, seseorang butuh kesabaran ketika ditimpa ujian dan cobaan, dan seseorang bisa dikatakan bersabar dalam menerima ujian dan cobaan apabila dia melakukan dua hal berikut,

Pertama, Tidak ada dihatinya perasaan buruk sangka kepada Alloh dan ketentuan takdirnya. Kan ada tuh orang yang selalu menyalahkan Alloh dan takdir ketika musibah datang.

Kemudian yang kedua, Tidak melakukan perbuatan yang dilarang Alloh. Kita gunakan semua karunia itu di jalan ketaatan, karena banyak orang yang diuji dengan kesenangan, menggunakan kesenangan, kesehatan dan hartanya di jalan maksiat.

Meskipun tidak sedikit mereka yang diuji dengan kesulitan mencari jalan keluar dengan pergi ke dukun atau menggunakan cara-cara yang kotor demi mendapatkan harta dan lainnya.

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam mengajarkan kita do’a dan dzikir yang indah ketika kita tertimpa musibah, yakni kalimat istirja.

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wassallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

Artinya, “Tidak ada seorang muslim yang tertimpa musibah lalu menyatakan apa yang Alloh perintahkan, yakni dengan mengucapkan “Innaalillahi wa Innaailaihi Roji’un Allohumma’ Jurni fi mushibati wa Akhlif li Khoiranminha”, kecuali Alloh gantikan baginya yang lebihbaik”. (HR. Muslim)

Setelah mengetahui standar kesabaran dalam menghadapi cobaan, barulah kita bisa menjalani kiat-kiat agar mampu bersabar menghadapi cobaan dari Alloh Ta’alaa. Kita mesti yakin apabila Alloh Ta’alaa memerintahkan sesuatu pasti akan membantu dan mengadakan sebab-sebab yang memudahkan dan membantu pelaksanaannya, sebagaimana Alloh Ta’alaa ketika menetapkan suatu penyakit dan juga menetapkan pula obat penawarnya. Sabar walaupun sulit dan tidak disukai jiwa, tetapi akan terasa indah di akhirnya. Buktinya banyak orang yang menyesal di ending cerita hanya gara-gara tidak sabar di awal cerita.

Sahabat, Ada beberapa kiat yang dapat membantu kita dalam bersabar.

Yang pertama, hendaknya kita sadar bahwa tabiat kehidupan adalah ada ujian atau cobaan, bahkan di dalam Al-Quran Alloh Ta’alaa berfirman,

Artinya, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”. (QS. Al-Balad : 4)

Kemudian kiat yang kedua, beriman bahwa dunia seluruhnya adalah milik Alloh dan Dia memberinya kepada orang yang Dia sukai dan menahannya dari orang yang disukaiNya juga.

Selanjutnya yang ketiga, mengetahui besarnya balasan dan pahala atas kesabaran tersebut.

Dan yang keempat, yakin dan percaya akan mendapatkan pemecahan dan kemudahan, sebab Alloh Ta’alaa telah menjadikan dua kemudahan dalam satu kesulitan sebagai rahmat dariNya. Sebagaimana yang Alloh Subhanahu wa Ta’alaa firmankan,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (QS. Al-Insyiroh : 5-6)

Kelima, memohon pertolongan kepada Alloh Ta’alaa dan berlindung kepadaNya, karena Alloh satu-satunya yang dapat memberikan kemudahan dan kesabaran.

Dan yang keenam, beriman kepada ketetapan dan takdir Alloh Ta’alaa dengan meyakini semuanya yang terjadi sudah merupakan suratan takdir. Sehingga dapat bersabar menghadapi musibah yang ada.

Yang ketujuh, ikhlas dan mengharapkan keridhoan Alloh Ta’alaa dalam bersabar.

Dan yang kedelapan, menguatkan faktor pendukung agama dalam setiap kali menghadapi musibah yang ada.

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, semoga dengan kiat-kiat untuk bersabar ini, bisa menjadikan diri kita termasuk orang-orang yang bersabar dalam menghadapi segala musibah maupun cobaan yang dating, yakinlah bahwa jika kita sabar selalu, maka badai akan berlalu. Wallohu ‘alam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: