Yerusalem, Palestina – Bentrokan meletus di Tembok Barat di Kota Tua Yerusalem antara yahudi ortodoks dengan yahudi liberal. Ribuan pemuda Yahudi ultra-Ortodoks berbondong-bondong ke situs tersebut untuk mengganggu layanan khusus yang diselenggarakan oleh Women of the Wall.

Atas instruksi para rabi yahudi liberal, ribuan gadis remaja dari sekolah-sekolah tinggi keagamaan di seluruh negeri berkumpul di Kotel, sementara ratusan pemuda ultra-Ortodoks mencoba menerobos barikade polisi untuk menyerang kelompok yang sedang berdoa itu.

Tembok Ratapan di Kota Tua Yerussalem saat ini memiliki bagian terpisah di mana pria dan perempuan berdoa. The Jerusalem Post melaporkan 150 anggota kelompok bertemu dengan lebih dari 10 ribu perempuan ultra-Ortodoks, saling mengejek dengan anggota yahudi liberal.

Sebagian pengunjuk rasa perempuan mengatakan kepada koran Haaretz bahwa mereka dibawa ke sana dengan menggunakan bus oleh sekolah keagamaan mereka untuk menghambat kelompok itu memasuki Tembok Ratapan.

Selama 30 tahun, kelompok Women of the Wall berjuang menentang peraturan yang melarang perempaun mengenakan skarf doa, berdoa dan membaca Taurat bersama-sama dengan suara keras di tempat itu. (arrahmah/admin)