Rabu 2 Rabiul-Akhir 1437 H / 13 Januari 2016 11:10

PALESTINA – Kepala Komite Palestina Urusan Tahanan mengatakan rezim Israel akan melakukan pemaksaan terhadap tahanan Palestina yang telah melakukan aksi mogok makan selama berminggu-minggu untuk makan.

Issa Qaraqe mengatakan pada Selasa kemarin (12/1/2016) bahwa tahanan Palestina bernama Muhammad al-Qiq berada di rumah sakit Afula di mana petugas Israel berusaha memaksa dia untuk makan, kantor berita Palestina Ma’an melaporkan.

Tahanan Palestina yang telah melakukan mogok makan sejak 24 November itu dilaporkan saat ini berada dalam kondisi kritis.

Seorang wartawan dari desa Dura dekat kota Tepi Barat al-Khalil (Hebron), melaporkan bahwa al-Qiq dibawa ke rumah sakit setelah kehilangan berat badannya lebih dari 20 kilogram. Dia dilaporkan tidak bisa bergerak tanpa kursi roda.

Dua tahanan Palestina yang mogok makan lainnya, diidentifikasi sebagai Kifah Hattab dan Abdullah Abu Jaber, juga dirawat di rumah sakit. Qaraqe menambahkan bahwa Layanan Penjara Israel belum melakukan negosiasi dengan tahanan yang mogok makan dan tim medis kini bersiap-siap untuk memaksa al Qiq untuk makan.

Pada Juli tahun lalu, parlemen Israel (Knesset) mensahkan undang-undang kontroversial yang membolehkan petugas Israel memaksa tahanan Palestina yang mogok makan untuk makan.

Langkah ini menuai kecaman sengit, di mana para kritikus menyatakan bahwa tindakan itu adalah bentuk penyiksaan untuk membungkam aksi protes tahanan.

[Adin/Salamfm/fq/islampos]

%d blogger menyukai ini: