Aksi Cepat Tanggap atau ACT, kembali mendistribusikan bantuan kemanusiaan untuk korban rawan pangan di Yaman dalam bentuk paket pangan. Paket pangan yang dibagikan kepada penduduk Shon’a berupa kebutuhan pokok, terdiri dari tepung, beras, minyak sayur, gula, dan kacang-kacangan kepada warga yang akan terus dilakukan dalam tiga bulan kedepan.

Selain kerawanan pangan, konflik juga berdampak langsung pada ekonomi Yaman. Hal itu tentu semakin memperburuk krisis pangan Yaman. Harga makanan meroket, belum lagi jumlah pengangguran melonjak sehingga makanan pokok tidak terjangkau bagi banyak penduduk Yaman. Harga pangan yang tinggi akhirnya memaksa penduduk Yaman mengatur strategi agar tetap bisa makan. Mereka beralih ke makanan yang kurang disukai dan lebih murah atau mengurangi porsi makanan mereka. Sekitar 3 juta orang dari 21 provinsi di Yaman terpaksa mengungsi sejak konflik terjadi.

Target pembagian pangan ACT adalah warga sipil yang tinggal di daerah Shon’a. Andi Nur Faradiba mengatakan bahwa lingkungan tempat tinggal mereka menjadi sasaran serang pihak yang berkonflik pada Ramadan lalu.

Sebagai lembaga kemanusiaan, ACT tidak hanya mendistribusikan bantuan ke Yaman, namun juga terus membantu warga yang menjadi korban konflik di berbagai belahan bumi lainnya, misalnya Gaza, Uighur, Suriah, dan lainnya. (Republika/Adin)

%d blogger menyukai ini: