Rabu, 17 Ramadhan 1437 H / 22 Juni 2016

PALESTINA –  Sebagaimana dilansir IMEMC bahwa Kementerian luar negeri Otoritas Palestina (PA), Ahad 19 Juni lalu, menuntut penangkapan seorang Rabi Yahudi, yang menyerukan kepada pemukim “Israel” untuk meracuni air yang digunakan oleh warga Palestina di ratusan kota-kota dan desa-desa di seluruh Tepi Barat yang diduduki.

Kantor nasional Palestina memperingatkan bahaya dan konsekuensi dari seruan tersebut.

Dalam laporan mingguan, dilaporkan bahwa Rabbi Shlomo Mlmad, ketua Dewan Rabbi di pemukiman Yahudi di Tepi Barat, menyerukan kepada pemukim untuk meracuni warga Palestina melalui pasokan air mereka, hal tersebuti diungkap oleh organisasi “Israel” Breaking the Silence.

Anggota kelompok Yehuda Shaul mengatakan, menurut kantor berita WAFA, bahwa tujuan di balik seruan untuk meracuni pasokan air warga Palestina di Tepi Barat adalah untuk memaksa warga Palestina keluar dari Tepi Barat, sehingga pemukim Yahudi bisa mengambil alih tanah warga Palestina.

Kementerian luar negeri Palestina mengatakan dalam siaran pers bahwa warga Palestina telah terbiasa dengan kondisi dimana sumber airnya dicuri oleh “Israel” dan kemudian “Israel” menjualnya kembali kepada warga Palestina. Baru-baru ini, pemerintah “Israel” memutus pasokan air ke kota-kota di bagian utara Tepi Barat selama hari-hari terpanas bulan Ramadhan, ketika ummat Islam sedang menjalankan ibadah puasa.

Saat “Israel” terus menerapkan beberapa pembatasan terhadap warga Palestina yang mencoba menggali sumur air, seruan yang disampaikan oleh Rabbi Mlmad ini dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan karena targetnya adalah manusia, hewan, tanaman dan semua bentuk kehidupan di wilayah Palestina.

(Adin/Salam FM/ Arrahmah.com)

 

 

%d blogger menyukai ini: