Puluhan warga sipil tewas akibat tembakan artileri dan pemboman Rusia terhadap dua kamp pengungsi dan wilayah sekitarnya di Suriah Timur, sebagaimana sebuah lembaga pengamat mengatakan pada hari Ahad (12/11/2017) kemarin.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia atau SOHR mengatakan pemboman berat yang sedang berlangsung sejak Jumat (10/11/2017) malam lalu, di provinsi Deir Ezzor telah membunuh 50 warga sipil, termasuk 20 anak-anak.

Pemboman tersebut menargetkan wilayah di sepanjang Sungai Efrat, serta desa-desa dan kamp-kamp pengungsian yang penuh dengan orang-orang yang melarikan diri dari pertempuran di kota perbatasan Herakra, Suriah.

Pada hari Ahad (12/11/2017), serangan udara Rusia di dua penyeberangan sungai di sepanjang sungai Efrat menewaskan 11 warga sipil, menurut Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman.

(jurnalislam.com)