Sebuah organisasi non-pemerintah, Migrant Offshore Aid Station atau MOAS, sekarang menggeser misinya menuju peraian Asia guna menyelamatkan pengungsi Rohingya.

MOAS bergerak dari Malta, di mana mereka mengaku telah menyelamatkan puluhan ribu migran sejak 2014 silam, menuju perairan dekat Myanmar.

Keputusan itu diambil MOAS setelah PBB mengumumkan bahwa jumlah etnis Rohingya yang lari menyelamatkan diri dari persekusi di Myanmar beberapa waktu belakangan ini, diperkirakan sudah mencapai angka 87 ribu.

Salah satu pendiri MOAS Regina Catrambone pada Senin (04/09/2017) kemarin mengatakan, kapal tersebut diperkirakan akan mencapai Teluk Bengala dalam waktu sekitar tiga pekan.

MOAS mengatakan kapal itu akan membawa cukup banyak bantuan kemanusian untuk orang-orang Rohingya dan bekerja dengan transparansi dan akuntabilitas yang baik.

(eramuslim.com)

%d blogger menyukai ini: