Sejumlah diplomat Barat yang berbasis di Sri Lanka pada Kamis (01/06/2017) pekan lalu mendesak Colombo untuk menyelidiki gelombang kekerasan anti-Muslim di pulau yang dihuni mayoritas penganut Budha. Desakan tersebut dilakukan setelah serangan pembakaran berulang yang menargetkan toko-toko, Masjid dan pemakaman pada bulan lalu.

Kepala delegasi Uni Eropa, Tung-Lai Margue, saat mengunjungi sebuah masjid di ibukota Sri Lanka mendesak pemerintah untuk memastikan pelaku dituntut dengan segera.

Margue didampingi oleh diplomat papan atas dari Australia, Kanada, Belanda, Norwegia, Afrika Selatan, dan Swiss. Kelompok hak asasi manusia menuduh polisi Sri Lanka gagal menghentikan serangkaian kejahatan kebencian dan tidak menuntut seorang biksu kontroversial yang bersembunyi minggu lalu.

(Arrahmah.com)

%d blogger menyukai ini: