Rabu, 23 Rabiul Akhir 1437 H / 3 Februari 2016

LATTAKIA – Pasukan Basyar Assad kembali meluncurkan serangan di bawah dukungan udara jet bomber Rusia. Kali ini daerah Berpojaq (Jabal Turkmen) Provinsi Lattakia, menjadi sasaran. Di tengah suasana musim dingin, para penduduk setempat terpaksa meninggalkan desa dan mengungsi ke Turki untuk melindungi diri dan anak-anaknya.

Di sisi lain, hari senin 1 Februari 2016, delegasi oposisi Suriah tengah duduk di meja perundingan dengan PBB. Dewan Tinggi Oposisi Suriah sendiri terus mendesak tidak akan membahas permasalahan lain sebelum tiga poin resolusi DK PBB dipenuhi. Yaitu penghentian bombardir, mengangkat blokade, dan distribusi bantuan.

Seperti dilansir dari Anadolu, Senin kemarin, bahwa Pemerintah Turki di daerah perbatasan menerima ribuan pengungsi dari wilayah Turkmen. Diantara mereka terdapat anak-anak, lansia dan orang-orang berkebutuhan khusus. Mereka ditempatkan di sekolah yang menerima siswa-siswa dari para pengungsi suriah.

Salah satunya, Khadijah Shalih, ibu dari tiga anak ini menjelaskan bahwa ia terpaksa meninggalkan desa Rabiah dan mengungsi ke Turki. Dirinya pergi dengan tiga orang anak dan suaminya yang sedang sakit, karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat serangan udara Rusia di desanya. Dia menceritakan perjalanan yang ia tempuh untuk sampai ke turki membutuhkan waktu beberapa hari.

Terhitung empat bulan sudah dalih-dalih memerangi terorisme dimanfaatkan oleh militer Rusia. Akhir-akhir ini di Berpojaq (Gunung Turkmen), Lattakia wilayah yang dihuni oleh ribuan sipil dan dijaga oleh pasukan oposisi dibombardir. Rusia melakukan serangan udara dan roket yang diluncurkan dari kapal perang yang ditempatkan di Mediterania.

[Adin/Salamfm/Kiblat]

%d blogger menyukai ini: