Senin, 13 Jumadil Awwal 1437 H / 22 Februari 2016

JKARTA – Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia atau PDSKJI, mendukung upaya pemenuhan hak dan kewajiban bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa maupun Orang Dengan Masalah Kejiwaan dengan memberikan pelayanan kesehatan jiwa bagi mereka berdasarkan Hak Asasi Manusia.Demikian bunyi poin kelima pernyataan sikap PDSKJI terkait Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender atau LGBT. Sebelumnya, PDSKJI telah menegaskan bahwa pelaku Biseksual dan Transgender termasuk ke dalam kategori Orang Dengan Masalah Kejiwaan atau ODMK.

Pada Jum’at 19 Februari lalu, PDSKJI menyatakan bahwa Pelayanan kesehatan harus diberikan secara terintegrasi, komprehensif dan berkesinambungan lewat upaya-upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.

Dalam pelayanan kesehatan jiwa tersebut, Orang Dengan Gangguan Jiwa dan Masalah Kejiwaan berhak mendapatkan informasi yang tepat mengenai kesehatan jiwanya, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau dan sesuai standar, juga mendapatkan tindakan yang telah maupun yang akan diterimanya dari tenaga kesehatan jiwa.

PDSKJI juga menyatakan bahwa para pelaku LGBT tersebutberkewajiban memelihara kesehatan jiwanya dengan cara menjaga perilaku, kebiasaan, gaya hidup yang sehat dan meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya, untuk mengurangi resiko menjadi orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ.

{Adin/salamfm/Hidayatullloh}

 

%d blogger menyukai ini: