Oleh: Hawari, Lc., M.E.I.

Tak bisa dipungkiri bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya dalam keluarga. Peran ini sejatinya merupakan anugerah terindah dalam kehidupan seorang wanita. Sebab, betapa banyak para wanita yang tidak diberi kesempatan oleh Allah menjadi ibu yang berperan sebagai sekolah pertama bagi para anaknya.

Ibu sebagai madrasah pertama karena darinya pendidikan anak di mulai di dalam keluarga. Dari ibulah seorang anak belajar mengenal segala hal baru dalam hidupnya. Belajar berbicara, makan, minum, bergaul, serta menempa kepribadiannya demi mengarungi kehidupan yang luas bagai samudera di hari tuanya.

Mendidik anak adalah tugas mulia sepanjang masa. Tak ada tugas mulia bagi seorang ibu terhadap anaknya melainkan menjadi madrasah bagi mereka. Seorang ibu haruslah faham bahwa mendidik anak adalah kewajiban besar yang harus dipikul dia atas pundaknya. Dialah pilar utama dalam proses pendidikan bagi anaknya. Prestasi dan kesuksesan anak  sangat berkaitan erat dengan peran ibu sebagai sekolah pertama bagi anaknya.

Hari ini banyak sekali para ibu yang enggan menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya. Semenjak lahir anak telah diserahkan pada baby sister untuk menggantikan perannya.  Alasan mereka terkadang sangat susah diterima, ”karier”.

Ya, alasan itulah yang menjadikan banyak wanita meninggalkan mengurus anak-anaknya secara langsung. Jika kita pikir jernih, bukankah sebenarnya karier sejati seorang ibu adalah mendidik anaknya? Jadi, jika ada ibu yang rela menggadaikan pendidikan anaknya dengan kariernya sebenarnya ia adalah tipe ibu yang tidak faham akan tugas mulia seorang wanita.

Untuk menjadi sekolah yang unggul dan utama bagi para anaknya dibutuhkan berbagai bekal bagi seorang ibu. Bagaimana mungkin seorang  anak akan belajar jika pengajarnya bodoh akan ilmu dan adab mulia?

Kesiapan bekal seorang ibu sangat mempengaruhi proses pembelajaran anak yang akan diasuhnya. Ibarat sebuah instansi sekolah, maka sekolah tersebut akan menjadi sebuah sekolah favorit dan unggulan manakala pengajarnya profesional dan berpengalaman. Adapun beberapa bekal utama yang sekiranya dipersiapkan sejak dini bagi para ibu adalah.

  1. IMAN DAN TAQWA

Inilah bekal utama seorang ibu sebagai sekolah dan pendidik pertama bagi anaknya. Tidak akan pernah seorang ibu menjadi pendidik dan sekolah yang unggul tanpa dibekali iman dan taqwa. Keduanya ibarat benteng penjaga kemurnian fitroh anak didiknya. Sekaligus sebagai perisai yang menghalangi anak panah tentara setan dan serangan dahsyat budaya kejahiliyahan. Oleh karena itu, wajib bagi seorang ibu membekali dirinya dengan dan taqwa.

  1. ILMU DAN PENGALAMAN

Ilmu adalah petunjuk terbaik dan pengalaman adalah guru yang arif dan bijaksana. Tanpa ilmu seorang ibu tidak akan menjadi pendidik sejati. Begitu juga tanpa  pengalaman tidak akan menjadikan seorang ibu pendidik yang handal. Antara ilmu dan pengalaman harus berpadu dalam diri seorang ibu. Semua itu karena mendidik anak bukan sekedar membesarkan, namun membekali, membina, mengarahkan, mengembangkan serta mengawal menuju keridhaan Allah dan rasul-Nya.

Ilmu dan pengalaman yang dimaksud adalah ilmu tentang pendidikan islami anak. Tentu ilmu dan pengalaman ini bisa digali dengan banyak membaca dan belajar dari orang-orang yang telah sukses.

  1. SABAR DAN TAWAKKAL

Mendidik anak bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak sekali hambatan dan rintangan dalam proses perjalanannya. Oleh karena itu seorang ibu hendaklah selalu berbekal dengan kesabaran dan ketawakkalan. Barang siapa yang bersabar maka Allah akan berikan kemenangan. Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan janjikan jalan keluar dari segala persoalan, Begitu juga Allah akan memberikan rezeqi dari arah yang tidak disangka-sangka. Sabar dan tawakkal adalah kunci dalam segala urusan. Insya Allah dengan sabar dan tawakkal akan diperoleh hasil yang maksimal dalam mendidik anak.

  1. DOA DAN KEIKHLASAN.

Doa seorang ibu akan mengantarkan anaknya pada kesuksesan dan keberhasilan. Tak ada senjata yang paling ampuh kecuali doa setelah berusaha semaksimal mungkin. Sudah seharusnya ibu sebagai madrasah ula  senantiasa berdoa bagi kesuksesan anaknya. Doa seorang ibu yang di hiasi keikhlasan pada Allah akan mengantarkan anak-anaknya menjadi pejuang di jalan Allah.

 

 

 

  1. KETELADANAN YANG BAIK DAN RIIL

Keteladanan yang baik adalah kunci besar dalam suksesnya mendidik anak. Tanpa keteladanan yang baik dan ril, anak-anak yang kita didik akan mudah terjangkiti akhlak buruk dari lingkungan sekitar. Namun ketika sang ibu memberikan keteladan yang baik dan nyata, maka hal tersebut akan menjadi contoh yang riil bagi anak didik.

Salah peran utama ibu sebagai pendidik dan sekolah pertama bagi anaknya adalah mencetak para tokoh dan pejuang Islam yang tangguh. Sejarah telah mengukir dengan tinta emas tentang kehebatan para pejuang dan tokoh Islam. Zubair bin Awwam, Hasan dan Husan, Anas bin malik, Umar bin Abdul Aziz radhiallahu anhum dan masih banyak lagi para pejuang dan tokoh islam. Jika kita telusuri, ternyata di balik kesuksesan mereka ada para ibu yang tangguh dan ulet dalam memainkan perannya sebagai pendidik pertama di dalam keluarga.

Oleh karena itu hendaknya para ibu tidak mudah menyerah dan putus asa. Bahkan selalu eksis menjadi pendidik pertama yang mencetak para pejuang Islam. Sungguh betapa indah  sebuah syair Arab yang memuji peran seorang ibu di dunia ini.

Ibu ibarat sekolah jika engkau mempersiapkannya, sesungguhnya engkau telah mempersiapkan generasi yang indah perangainya.

Ibu juga ibarat taman yang di penuhi kehidupan, Jika engkau siram maka akan tumbuh tanaman serindang-rindangnya.

Ibu adalah gurunya para guru yang pertama yang keutamaannya memesona di pelosok penjuru dunia.

Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa membimbing para muslimah dalam mendidik dan mencetak generasi robani demi masa depan Islam yang gemilang. Wallahu Ta’ala a’lam…