Siroh Nabawiyah – Pada pembahasan Siroh Nabawiyah ini, kita akan bersama-sama menelusuri tinta emas perjalanan Pria Mulia pembawa wahyu ilahi di akhir zaman, Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam. Namun sebelum kita membahasnya lebih lanjut, kita perlu mengetahui terlebih dahulu tentang pentingnya membahas Siroh Nabawiyah ini.

Pembaca yang berbahagia/ membahas siroh Nabawiyah berarti kita akan membahas sunnah-sunnah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, sebab seluruh kehidupan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam adalah sunnah beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam yang harus kita teladani dalam kehidupan kita. Para ulama banyak menyebutkan keutamaan dan urgentnya kaum muslimin dalam memahami dan menteladani sunnah-sunnah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, diantaranya :

  1. Mendapatkan surga

Pembaca yang budiman, orang yang mempelajari Siroh atau perjalanan hidup Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam , maka ia akan menyukai dan mencintai sunnah-sunnah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, Dan orang yang mencintai Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam maka ia akan bersama dengan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam di Surga.

Diriwayatkan dari At Tirmidzi bahwa Anas bin Malik rodhiyallohu anhu berkata, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam  telah berkata kepadaku: wahai anak kecil, Itulah perjalananku (sunnahku), dan barangsiapa yang menyukai sunnahku, maka dia telah menyukaiku, dan barangsiapa yang menyukaiku dia akan berada denganku di dalam syurga!

  1. Mendapatkan 100 pahala Syuhada

Pembaca yang budiman, orang yang berpegang teguh pada Sunnah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dikala keumuman manusia sedang menjauhi sunnah tersebut, juga dijanjikan oleh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam akan mendapatkan pahala 100 orang yang mati syahid. Sedangkan tidak mungkin seseorang berpegang tegung dengan sunnah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam kecuali ia pasti mempelajari siroh Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam terlebih dahulu.

Imam al-baihaqi rohimahulloh meriwayatkan Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam yang berkata: “Barangsiapa yang berpegang dengan sunnahku, ketika merata kerusakan pada ummatku, maka baginya pahala seratus orang yang mati syahid”.

Kemudian, Imam ath-Thobroni rohimahulloh juga meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiyallohu anhu, bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: Orang yang berpegang kepada sunnahku dalam zaman kerusakan ummatku, akan mendapat pahala orang yang mati syahid”.

  1. Membenci sunnah, tidak termasuk Ummat Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam

Pembaca yang budiman, orang-orang yang membenci sunnah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, adalah mereka yang tidak pernah sifat mulia beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, ketabahan beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, budi pekerti beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan lain sebagainya yang semua itu terangkum dalam siroh Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam. Dan Imam Muslim rohimahulloh juga meriwayatkan dari Anas rodhiyallohu anhu, bahwa Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : Orang yang tidak suka kepada sunnahku, bukanlah dia dari golonganku!

Demikian pula yang diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Ibnu Umar rodhiyallohu anhu, hanya saja ada tambahan di permulaannya berbunyi: Barangsiapa yang berpegang kepada sunnahku, maka dia dari golonganku.

Pembaca yang budiman dimana saja saat ini anda berada, Al-Quran dan As-Sunnah telah banyak menjelaskan pentingnya mentauladani dan mentaati Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam. Dengan mempelajari Siroh Nabawi, kita akan tahu betapa agungnya Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam di sisi Alloh Ta’ala sehingga kita akan tunduk dan patuh terhadap semua perintah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam. Sebab dengan mentaati Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berarti kita telah mentaati Alloh Ta’ala.

Dalam riwayat Imam al-Bukhori, Dari Abu Hurairah rodhiyallohu anhu, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda, “Barangsiapa yang mentaatiku, maka dia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka dia telah mendurhakai Allah.

Kemudian orang yang mentaati Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam juga sudah dipastikan akan memasuki surga, sementara mereka yang mendurhakai Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, menyelisihi perintahnya dan tidak mau tunduk dengan hukum-hukumnya, maka mereka adalah orang-orang yang enggan masuk surga, walaupun dalam hati dan lisan mereka mengaku menginginkan surga mengenai hal ini Imam al-Bukhori rohimahulloh meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiyallohu anhu bahwa Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: ‘Semua ummatku akan memasuki surga kecuali yang enggan memasukinya. Siapa yang mentaatiku akan memasuki surga, dan siapa yang mendurhakaiku, maka dialah orang yang enggan memasuki syurga”.

Pembaca yang budiman, ancaman neraka bagi mereka yang tidak mau patuh kepada Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan janji surga bagi mereka yang patuh kepada beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam merupakan isyarat yang amat jelas akan wajibnya seorang muslim mematuhi setiap perintah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam. Oleh sebab itulah para sahabat Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam selalu mentaati dan mematuhi setiap perintah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam walaupun diri mereka merasa berat dengan perintah tersebut. Kemudian oleh sebab kepatuhan dan ketaatan para sahabat Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam itulah mereka diridhoi oleh Alloh Ta’ala dan dimenangkan dalam setiap perjuangan yang mereka lakukan dalam rangka menegakkan kalimat Alloh Ta’ala.

Pembaca yang budiman, begitulah pentingnya memahami, mentauladani da mentaati sunnah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam. Dan hal itu tidak mungkin bisa kita laksanakan kecuali dengan mempelajari perjalanan hidup Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam yang dirangkum dalam pembahasan Siroh Nabawiyah. Bahkan bukan hanya kita yang akan mendapatkan pahala dan keutamaan yang amat banyak ketika kita menjalankan sunnah Nabiu Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, namun kita yang memerintahkan untuk berbuat baik dan memberikan contoh, dengan menghidupkan sunnahnya, sehingga sunnah-sunnah beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam  diikuti oleh orang  lain, maka pahala orang yang mengikuti kita itu, juga akan mengalir kepada kita tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka.

Hal ini Seperti apa yang telah diriwayatkan oleh Tirmidzi, dari Bilal bin Al-Haris Al-Muzani rodhiyallohu anhu, bahwasanya Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam  telah bersabda: ‘Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah (jalan) dari sunnahku yang telah ditinggalkan orang sepeninggalku, maka baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengamalkannya sesudah itu, tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka (yang mengamalkannya itu). Dan barangsiapa yang mengadaadakan suatu bid’ah yang menyesatkan dan tidak diridhai Allah dan RasuINya, maka dia akan menanggung dosanya seperti dosa orang yang mengamalkannya, tiada dikurangi sedikit pun dari dosa-dosa orang yang mengamalkannya”. (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Pembaca yang budiman, kita sebagai ummat Rosululloh hendaknya selalu mengukuti Sunnah-sunnah beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam  dan para sahabatnya yang telah dijamin surga, menghidupkan sunnah-sunnahnya, dan bersatu dalam manhaj ahlussunnah wal ajma’ah. Manhaj yang didalamnya berkumpul orang-orang yang mentauladani, membela dan memperjuangkan Sunnah-sunnah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam. Apabila kita tidak bersatu dalam manhaj yang sama/ manhaj yang berjuang dan membela tegaknya sunnah-sunnah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dalam diri keluarga dan masyarakat kita, maka kita akan terpecah dan tidak menjadi golongan firqotunnajiyyah, yaitu golongan yang selamat sampai kesurga tanpa memasuki neraka.

Abdullah bin Amru rodhiyallohu anhu, meriwayatkan bahwa Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: Dan bahwasanya kaum Bani Israel akan terpecah-belah kepada tujuh puluh dua kaum, dan ummatku pula akan terpecah-belah kepada tujuh puluh tiga kaum, semuanya adalah di dalam neraka, kecuali satu kaum saja. Para sahabat bertanya: Siapa kaum itu, hai Rosululloh ? jawab beliau: kaum yang mengikutiku dan mengikuti para sahabatku”.

Demikianlah pembahasan kita dalam kesempatan kali ini, yakni tentang pentingnya mempelajari sunnah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam melalui Siroh Nabawi, agar kita dapat mengetahui bagaimana begitu penting sunnah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bagi kita selaku umat islam. Semoga kita termasuk diantara orang-orang yang mendapatkan Rahmat dan Inayah-Nya, untuk kita contohkan kepada orang-orang yang berada disamping kita, sehingga kita mendapatkan kebaikan dan keberkahan di tiap hembusan nafas kita, dan terus mengalir amal-amal kita ketika jasad ini telah berpisah dengan ruh. (red/admin)