Nasib pilu dialami etnis minoritas Muslim Rohingya, Myanmar. Warga paling tertindas di dunia ini lari ketakutan akibat tindakan kekerasan di negerinya,  sementara ditolak negara lain saat mencari perlindungan.

Seperti dikutip AFP, pada Selasa (29/08/2017) kemarin, seorang pejabat senior Penjaga Perbatasan Bangladesh atau Border Guard Bangladesh atau BGB mengatakan, sekitar 6.000 warga Myanmar berkumpul di perbatasan dan mencoba masuk ke Bangladesh, namun mereka ditolak masuk oleh penjaga perbatasan.

Kehadiran warga Muslim Rohingya dan masyarakat Buddha dari Rakhine, Myanmar, dipicu oleh serangan terkoordinasi oleh gerilyawan Rohingya. Serangan diarahkan terhadap 30 pos polisi dan sebuah pangkalan militer pada Jumat (25/08/2017) lalu.

Hingga saat ini dilaporkan sudah 100 lebih korban tewas dalam serangan tersebut. Peristiwa tersebut merupakan yang terburuk pernah terjadi dalam lima tahun terakhir.

(hidayatullah.com)

%d blogger menyukai ini: