Pengadilan di Jerman memerintahkan sebuah masjid untuk tak lagi mengumandangkan azan menggunakan pengeras suara setelah mendapat laporan dari sepasang suami istri yang tinggal sekitar satu kilometer dari masjid tersebut.

Pasangan pelapor yang tinggal di Dortmund, Jerman itu mengatakan bahwa suara azan melanggar hak-hak agama mereka.

Sementara itu, Pengadilan Administratif Wilayah menyampaikan bahwa pejabat kota itu belum berkonsultasi dengan masyarakat sekitar tentang penggunaan pengeras suara untuk azan. Menurut mereka, pejabat hanya mempertimbangkan tingkat desibel atau satuan untuk mengukur intensitas suara azan.

Huseyin Turgut, seorang pejabat senior di masjid yang terkena dampak kebijakan tersebut, mengatakan bahwa keputusan pengadilan tersebut mengecewakan.

Husein mengatakan bahwa azan hanya berlangsung selama dua menit, sekitar pukul 1 siang, tapi hanya pada hari Jumat saja. Ia juga mengaku tidak pernah mendapat komplain soal azan sebelumnya di masjid tersebut.

(islampos.com)