Sebuah pengadilan di Bangladesh mengukuhkan implementasi larangan menikah bagi Muslim Rohingya di negara itu. Hal tersebut mengemuka kembali lewat kasus seorang pria Bangladesh yang menikahi seorang gadis Rohingya.

Sebelumnya, pada tahun 2014, pemerintah Bangladesh melarang kantor-kantor pencatat perkawinan meresmikan pernikahan orang Rohingya dengan orang Bangladesh atau sesama Rohingya di negara itu, karena dianggap potensial dieksploitasi orang untuk mendapatkan status kewarganegaraan dan paspor Bangladesh. Dan berdasarkan Undang-undang tahun 2014 itu, siapa saja yang menikahi orang Rohingya terancam hukuman penjara hingga 7 tahun.

Sebagaimana dilansir BBC pada hari Senin (08/01/2018) kemarin, aparat kepolisian mencari-cari Shoaib Hossain Jewel sejak bulan Oktober 2017, setelah mereka mengetahui perihal pernikahannya dengan seorang gadis Rohingya berusia 18 tahun.

Dikabarkan bahwa demi membela pernikahan putranya, ayah Jewel yang bernama Babul Hossain mengajukan petisi memprotes Undang-undang tersebut, namun pengadilan Tinggi Dhaka tidak menyetujui gugatannya dan malah memerintahkan untuk membayar biaya perkara setara dengan sebesar 16 juta rupiah.

(hidayatullah.com)