Rabu, 8 Jumadil Awwal 1437 H / 17 Februari 2016

JAKARTA – Sebagaimana disampaikan oleh Peneliti INSIST Doktor Wido Supraha, bahwa LGBT dikembangkan oleh kelompok feminisme yang berangkat dari anti agama. Menurut gerakan feminisme, agama memperoleh kekuasaan untuk mengontrol tubuh dan seksualitas. Cara mereka memperoleh hasrat seksualitasnya, tercermin dari kampanyenya mengaungkan slogan my body is mine yaitu terkait seks yang bukan urusan oranglain.

Wido Supraha dalam diskusi yang bertemakan LGBT dan Kebebasan Seksualdi Jakarta pada beberapa waktu lalu, menyayangkan sikap Komisi nasional Perempuan yang tidak memiliki standar moralitas terkait LGBT.

Wido menyatakan bahwa, kaum feminisme berpandangan wanita merasa termaginalkan dan menjadi pelengkap penderita sehingga mereka terdorong untuk membuat kelompoknya sendiri. Terhadap pihak yang berpandangan negatif terhadap LGBT, kaum feminisme menuduh mereka belum memahami LGBT.

[Adin/Salamfm/desastian/Islampos]

%d blogger menyukai ini: