Para peneliti di Georgia State University pertama kali melihat semua serangan di Amerika Serikat antara tahun 2011 dan 2015, seperti yang tercantum dalam database global Terorisme.

Peneliti tersebut mengatakan bahwa Sejak 11 September 2001, ketika sebagian besar orang di Amerika Serikat mendengar kata ‘terorisme,’ mereka berpikir bahwa itu Muslim, padahal kenyataanya terorisme sendiri sebenarnya datang dalam berbagai bentuk, ras, etnis dan agama.

Antara tahun 2011 dan 2015 di Amerika Serikat, Muslim yang melakukan serangan hanya berkisar 12,4 persen dari total serangan yang terdaftar. Para peneliti kemudian mencari liputan media dari setiap serangan dari sumber cetak yang berbasis di Amerika Serikat dalam database artikel surat kabar.

Hasil dari penelitian tersebut sangatlah mencengangkan, dimana proporsi kecil dari serangan yang dilakukan oleh Muslim hanya 12 persen, namun menerima 44 persen liputan berita.  Dengan kata lain, apakah disengaja atau tidak, media Amerika Serikat tidak proporsional dalam menekankan jumlah serangan yang sebenarnya lebih kecil yang dilakukan oleh Muslim. Dan mirisnya hal ini menyebabkan warga Amerika memiliki rasa takut berlebihan terhadap orang muslim.

(Arrahmah.com)

%d blogger menyukai ini: