Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu meminta Bangladesh agar membuka pintu perbatasan untuk Muslim Rohingya yang menyelamatkan diri dari kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar Barat. Cavusoglu menyatakan bahwa Pemerintah Turki akan membayar biayanya.

Dia juga mengatakan tidak ada negara Muslim lainnya selain Turki yang menunjukkan kepekaan terhadap pembantaian yang terjadi di negara bagian Rakhine itu. Terkait masalah Rohingya ini, Cavusoglu juga diberitakan telah berbicara melalui telepon dengan mantan Sekretaris Jenderal PBB dan Kepala Komisi Penasihat Negara Bagian Rakhine, Kofi Annan.

Kekerasan terhadap Muslim Rohingya meletus di negara bagian Rakhine, Myanmar, sejak 25 Agustus lalu, ketika pasukan keamanan negara tersebut melancarkan operasi terhadap komunitas Muslim Rohingya. Hal ini memicu gelombang pengungsi ke negara tetangga, Bangladesh, meski demikian Bangladesh sendiri menutup perbatasannya untuk para pengungsi.

(salam-online.com)

%d blogger menyukai ini: