Pemerintah Yaman yang sah diakui secara internasional memperingatkan bahwa paspor yang dikeluarkan oleh pemberontak Syiah Houtsi yang menguasai ibukota tidak sah untuk digunakan musim haji tahun ini.

Pejabat Imigrasi terkait mengatakan bahwa data-data dalam paspor tersebut tidak masuk dalam database yang tersimpan di imigrasi.

Sebelumnya pada tahun 2015, Syiah Houtsi mengumpulkan ribuan pendukungnya untuk mengecam keputusan Saudi yang menolak permintaan izin mereka untuk pergi ke Mekkah melakukan ibadah haji .

Ribuan pemrotes turun ke jalan di ibukota Sana’a, mengenakan pakaian ihram yang biasa dipakai dalam berhaji, untuk mengecam apa yang mereka klaim sebagai keputusan yang tidak adil.

Diketahui, pemberontak Syiah Houtsi Yaman telah menguasai ibukota Sana’a pada tahun 2014 dan menguasai banyak institusi negara. Mereka mencoba untuk mendirikan negara sendiri dan menyusun aparat militer untuk mengelola negara tersebut.

Sementara itu, pemerintah Abdu Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional tetap tinggal di Aden. Aden telah menjadi ibukota sementara bagi Yaman di tengah serangan-serangan milisi Houtsi yang masih berlanjut.

(Kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: