Diberitakan bahwa Pemerintah Mesir hasil kudeta yang dipimpin oleh al-Sisi, melalui Komite Agama Parlemen Mesir, telah menyetujui keputusan Menteri Wakaf, Mokhtar Gomaa untuk melarang penggunaan pengeras suara saat Shalat Tarawih dan ceramah agama selama Ramadhan.

Keputusan seperti itu dianggap sudah tepat. Alasannya adalah karena suara tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelajar, lansia dan orang sakit serta mengganggu orang istirahat.

Bahkan mereka mengancam akan memecat imam masjid yang melanggar aturan tersebut. Pengawasan pun sudah dilakukan untuk memastikan peraturan ini dilaksanakan.

Hal yang perlu diketahui adalah bahwa masjid-masjid di Mesir yang diimami oleh ulama terkenal biasanya dipenuhi jamaah hingga meluber ke halaman masjid bahkan ke jalan. Kebiasan itu sudah berlangsung lama di kalangan warga Mesir. Sehingga mustahil jika tidak memakai speaker.

(Kiblat.net)

%d blogger menyukai ini: