Organisasi Pangan dan Agrikultur PBB atau FAO, merilis data yang menyatakan, bahwa lebih dari 113 juta orang di dunia menderita kelaparan akut pada 2018.

FAO menyatakan, kelaparan akut mayoritas penyebabnya yakni karena perang dan bencana alam. Wilayah yang terimbas paling parah adalah Benua Afrika.
Yaman, Republik Demokratik Kongo, Afghanistan dan Suriah merupakan peringkat teratas negara yang menderita kelaparan akut.

Direktur Urusan Darurat FAO, Dominik Burgeon mengatakan, 72 juta orang menderita kelaparan di Afrika.

Di negara-negara yang rentan kelaparan, 80 persen populasinya bergantung pada pertanian, mereka butuh bantuan kemanusiaan darurat seperti makanan dan langkah-langkah memperbaiki pertanian.

Di samping perang dan bencana alam, faktor ekonomi juga menjadi pendorong lain munculnya kelaparan akut. Laporan kelaparan akut FAO sebenarnya menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan 2017.
Salah satu faktor pendukung utama turunnya angka tersebut, adalah tidak terjadinya bencana alam besar di negara seperti Amerika Selatan dan Pasifik.

Meski ada penurunan, FAO memperingatkan jumlah penderita kelaparan selama beberapa tahun ke depan tidak akan turun dari angka 100 juta orang. (Islampos/Adin)