New York, Amerika Serikat – Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF mengatakan bahwa anak-anak yang tewas di Suriah lebih banyak terbunuh pada tahun 2018, dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Setidaknya 1.106 anak-anak terbunuh pada tahun 2018 akibat dari pertempuran di Suriah. Jumlah itu kemungkinan jauh lebih tinggi.

Sebanyak 39 persen kematian dan cedera diakibatkan kontaminasi tambang. Serangan terhadap 250 lebih fasilitas pendidikan dan kesehatan juga menyumbang sejumlah kematian.

Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore bahkan menyebut bahwa pernyataan konflik di Suriah akan segera berakhir, tidak benar. Menurutnya, anak-anak di beberapa bagian negara tetap dalam bahaya.

Sejak Januari, hampir 60 anak-anak dilaporkan tewas ketika melakukan perjalanan hampir 200 mil dari Baghouz, wilayah ISIS terakhir di Suriah, menuju kamp pengungsi al-Hol di timur laut negara yang dilanda perang.

PBB melaporkan, sekitar 65 ribu orang, termasuk sekitar 240 anak tanpa pendamping saat ini tinggal di kamp al-Hol. (kiblat/admin)

%d blogger menyukai ini: