PBB melaporkan bahwa kematian anak meningkat 20 persen di Suriah pada tahun 2016, yang sekaligus menjadikan tahun tersebut sebagai tahun terburuk sejak 2014.

PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setidaknya 600 lebih anak terbunuh di Suriah pada tahun 2016, ironisnya, lebih dari 200 dari mereka berada di dekat atau di dalam sekolah. Selain itu, lebih dari 850 anak-anak direkrut untuk berperang dalam konflik, lebih dari dua kali lipat jumlah yang direkrut pada tahun 2015.

Masih menurut pernyataan itu, sekitar 6 juta anak tergantung pada bantuan kemanusiaan, jutaan telah mengungsi dan lebih dari 2 juta hidup sebagai pengungsi di Turki, Libanon, Yordania, Mesir, dan Irak.

Suriah telah berada dalam perang berdarah sejak awal tahun 2011, ketika pemerintah Bashar Asad menumpas para demonstran yang meletus sebagai bagian dari Gejolak Musim Semi Arab atau lebih dikenal Arab Spring.

(Arrahmah.com)

%d blogger menyukai ini: