Yanghee Lee, seorang pejabat PBB, menyesalkan insiden mengerikan berupa tindakan kekerasan dan diskriminasi terhadap Muslim Rohingya di Myanmar. Dia menyerukan negara tersebut untuk mengakhiri tindakan keras terhadap minoritas Muslim.

Yanghee Lee, mengatakan ia telah mendengar sejumlah berita mengerikan yang membuktikan bahwa kekerasan terhadap kelompok minoritas jauh lebih luas daripada yang diketahui sebelumnya.

Lee, yang mengakhiri perjalanan empat harinya di Bangladesh pada hari Jumat lalu, menyatakan bahwa ia mendengar peristiwa mengerikan akibat tindakan kekerasan di negara bagian Rakhine Oktober tahun lalu. Ketika itu puluhan ribu orang mengungsi ke kamp-kamp kumuh di distrik Cox Bazar Bangladesh.

Lee menyebut Myanmar terus melakukan diskriminasi dan mendesak petugas di sana untuk menyelidiki pelanggaran HAM dan mencegah berulangnya kekerasan kepada Muslim Rohingya.

(Islampos.com)

%d blogger menyukai ini: