Rabu, 09 Rabiul Akhir 1437 H / 20 Januari 2016

DAMASKUS – Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusian, Stphen O’brien, menuntut evakuasi terhadap empat ratus pasien korban blokade dari kota Madaya. Jika tidak, para pasien tersebut terancam mati.

Seperti yang dilansir kantor berita Aljazeera, pada Selasa 19 januari kemarin, O’brien mengambarkan bahwa tragedi di Madaya semakin buruk. Ia mengungkapkan, bahwa di Suriah masih terdapat jutaan orang yang berada di daerah yang sulit dijangkau. Sedangkan di Madaya terdapat lebih dari empat ratus ribu orang hidup dalam blokade.

Dia menegaskan bahwa memanfaatkan blokade sebagai senjata perang sangat tidak diterima oLeh akal sehat. Selain itu, kasus ini sangat bertentangan dengan hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan. Serta termasuk dalam kejahatan perang.

PBB juga menjelaskan bahwa jaminan bantuan kemanusian sampai ke daerah yang diblokade sangat minim Namun tidak menutup kemungkinan, bahwa dewan PBB akan menemukan solusi untuk masalah ini.

Sementara itu pada Senin 17 Januari lalu, konvoi bantuan kembali memasuki kota Madaya dan untuk pertama kalinya memasuki Zabadani. Seorang wartawan Aljazeera, mengatakan bahwa, 40 turk pembawa bantuan masih terjebak di pos keamanan yang dijaga oleh milisi Hizbullah dan pasukan Suriah. Truk-truk tersebut akan mendistribusikan bahan pangan, obat-obatan dan bahan bakar kepada para korban blokade.

[Adin/Salamfm/Kiblat]

%d blogger menyukai ini: