Pemerintah Myanmar dikabarkan telah menutup akses bantuan kemanusiaan internasional, menyebabkan pasokan makanan, air, serta obat-obatan yang diperlukan warga sipil akibat kekerasan militer di negara bagian itu tidak dapat diberikan, demikian tulis laman The Guardian.

Menurut klaim pemerintah Myanmar, bantuan tersebut diblokir karena alasan keamanan, selain adanya peraturan ketat pihak pasukan Myanmar terhadap kunjungan ke lokasi kejadian.

Menurut staf PBB yang dikutip The Guardian, pada Senin (04/09/2017) kemarin mengatakan, pihaknya tidak dapat memberikan bantuan, karena pihak berwenang tidak memberikan izin untuk beroperasi.

Staf Badan Pengungsi PBB atau UNHCR, Dana Kependudukan PBB atau UNFPA, dan Badan Internasional PBB tentang Dana Darurat untuk anak-anak atau UNICEF pun belum bisa bergerak menolong para pengungsi Rohingya.

Bahkan lembaga Pangan Dunia PBB yakni WFP juga dikabarkan harus menunda distribusi ke bagian lain negara tersebut.

(hidayatullah.com)

%d blogger menyukai ini: