Lembaga Kemanusiaan Suriah, White Helmets menyatakan bahwa pasukan Pemerintah Assad telah menggunakan gas klorin dalam penyerangan di Ghouta Timur.

Menurut keterangan lembaga itu pada Sabtu (13/01/2018) kemarin, serangan gas klorin tersebut menargetkan daerah pemukiman warga di distrik Duma, Ghouta Timur. Akibat penembakan gas ini, sejumlah warga yang terkena dampaknya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan perawatan.

Sementara itu, dua orang termasuk seorang anak, tewas dalam tembakan artileri pasukan rezim Assad di beberapa distrik di Ghouta Timur.

Untuk diketahui, klorin memiliki sifat beracun yang digunakan dalam Perang Dunia I. Efek dari gas klorin ini juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan mengganggu perjalanan udara.

(kiblat.net)