Moro, Filipina – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bertemu dengan pemimpin Front Pembebasan Islam Moro atau MILF, Haji Murad Ebrahim pada Jumat kemarin. Pertemuan juga dihadiri para pejabat dari Filipina.

Mahathir mengunjungi Filipina beberapa minggu setelah para pemilih di selatan setuju untuk mendirikan wilayah Muslim yang otonom.

Mahathir dan Ebrahim membahas tantangan dalam mengembangkan ekonomi pascaperang di Daerah Otonomi Bangsamoro di Mindanao Muslim.

Lima tahun lalu, pemerintah Malaysia menjadi perantara kesepakatan damai antara Filipina dan MILF. Kesepakatan itu menuntut diakhirinya gerakan separatis dengan imbalan wilayah Muslim otonom, yang terletak di wilayah yang mayoritas beragama Islam di selatan.

Ebrahim akan mengawasi pemerintahan otonomi daerah otonom sampai pemilihan parlemen pada tahun 2022. Dia mengatakan bahwa membawa kemajuan ke wilayah yang dilanda perang tidak akan mudah, karena banyak kelompok yang memisahkan diri yang memilih bersekutu dengan ISIS di daerah-daerah yang terpencil.

Sementara MILF memilih untuk mengakhiri perlawanan bersenjata dan mengambil jalur diplomasi pada tahun 2014. Banyak mantan pejuangnya memisahkan diri dan menyebut kelompok itu tidak murni dalam memperjuangkan sebuah negara Muslim yang sejati dan merdeka di selatan. (kiblat/admin)