Krisis listrik di Gaza, Palestina, mulai membuat para dokter di wilayah itu ketakutan. Sebab, jika listrik padam banyak bayi di rumah sakit bisa meninggal dalam hitungan detik.

Sebagaimana dilansir al-Jazeera pada Sabtu (03/06/2017) lalu, di rumah sakit terbesar Gaza, al-Shifa, ada 50 bayi terbaring di 30 tempat tidur di unit perawatan intensif neonatal. Mereka bergantung pada ventilator untuk memperoleh oksigen.

Namun, ventilator itu hanya bisa bekerja jika stok listrik mencukupi. Kerja generator tersebut juga terancam karena cadangan bahan bakar di Gaza diperkirakan akan habis dalam sebulan.

Di bawah pengepungan Israel dan Mesir, setiap rumah sakit di Gaza telah berjuang bertahun-tahun untuk beroperasi dengan kondisi kekurangan listrik yang parah. Namun, para dokter sekarang mengatakan bahwa situasinya mencapai titik akhir bagi pasien.

Krisis listrik ini memburuk sejak bulan lalu ketika satu-satunya pembangkit listrik di Gaza ditutup setelah kehabisan bahan bakar yang disediakan oleh Turki dan Qatar.

(Islampos.com)

%d blogger menyukai ini: