Palestina telah mengumumkan tujuh kasus virus corona di kota Betlehem, di selatan Tepi Barat, dan telah menyatakan keadaan darurat di kota-kota Betlehem dan Jeriko. Situs web lokal melaporkan, empat orang terinfeksi virus di sebuah hotel di daerah Beit Jala, Betlehem. Hal ini sebagaimana diungkapkan Juru bicara Kementerian Kesehatan, Tareef Ashour, seperti dikutip dari Arab News, Jumat kemarin.

Setelah pengumuman itu, Kementerian Kesehatan mendeklarasikan serangkaian langkah yang menyerukan penutupan lembaga pendidikan, masjid dan gereja di Betlehem selama dua minggu.

Federasi Sepakbola mengumumkan penangguhan pertandingan olahraga di sejumlah kota Palestina di Tepi Barat, dalam upaya mencegah pertemuan massa. Federasi Gereja juga mengumumkan penutupan Gereja Kelahiran di kota sampai pemberitahuan lebih lanjut atas saran dari Departemen Kesehatan, dan Kementerian Wakaf Palestina mengumumkan pembatalan shalat Jumat di 27 masjid Betlehem.

Di antara langkah-langkah yang diumumkan Rabu oleh Kementerian Kesehatan Palestina adalah peningkatan pemeriksaan di persimpangan antara Tepi Barat dan Yordania, di mana satu kasus telah diumumkan sejauh ini.

Hamas, yang memerintah Jalur Gaza, telah mengadopsi pendekatan serupa bagi mereka yang menyeberang dari Mesir ke kantong Palestina.

Otoritas Palestina juga mengumumkan larangan berkumpul lebih dari seribu orang di tempat terbuka, lebih dari 50 orang di satu tempat tertutup dan penundaan konferensi internasional yang dijadwalkan berlangsung di Wilayah Palestina.

Selain itu, kementerian mengatakan para pejabat Palestina akan dilarang terbang ke luar negeri dan semua kursus militer di luar negeri ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. (Islampos/Adin)